Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Satpol PP dan Damkar Malinau, Rury Ahmad Sururie mengatakan pembersihan difokuskan pada ruas jalan yang dinilai membahayakan pengendara.
“Jalan yang kami bersihkan saat ini kondisinya penuh dengan tanah dan lumpur, sehingga sangat berbahaya bagi pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat,” ujarnya saat di temui usai silahturahmi Idulfitri 1447H.
Menurutnya, penyemprotan dilakukan menggunakan unit armada Damkar dan dibantu BPBD untuk mempercepat proses pembersihan. Lumpur yang menempel di badan jalan disemprot agar tidak licin dan dapat kembali dilalui dengan aman.
Dalam pelaksanaannya, petugas juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk pengaturan arus lalu lintas selama proses pembersihan berlangsung. Sebagian bahu jalan ditutup sementara guna mendukung kelancaran kegiatan di lapangan.
“Koordinasi dengan Dishub kami lakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” jelasnya.
Pembersihan jalan ini melibatkan personel dari berbagai sektor, termasuk tim dari Posko Mentarang yang diterjunkan langsung ke wilayah kota. Sejumlah unit juga dikerahkan dari Damkar dan BPBD untuk menangani kondisi jalan yang terdampak cukup parah.
Rury menambahkan, banyaknya lumpur yang tertinggal di jalan merupakan dampak dari banjir yang sebelumnya juga merendam sejumlah fasilitas umum. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar jalan kembali bersih dan aman dilalui masyarakat,” katanya.
Ia berharap, dengan adanya pembersihan ini, aktivitas warga dapat kembali normal dan risiko kecelakaan akibat jalan licin bisa diminimalisir, terutama selama perayaan Idulfitri. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim