Sekretaris PHBI Malinau, Rury Ahmad Sururie, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh Bupati Malinau bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) serta tamu undangan lainnya. “Alhamdulillah sudah dilepas oleh Pak Bupati beserta jajaran, walaupun saat pelepasan sempat diguyur hujan deras,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat diwawancarai usai pelepasan takbir keliling.
Ia menjelaskan, tema takbir keliling tahun ini adalah “Takbir Menggema, Ukhuwah Terjaga Bersama Mewujudkan Malinau yang Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan.”
Peserta yang mengikuti lomba mobil hias berjumlah sekitar 18 kelompok, yang berasal dari majelis taklim, masjid, serta organisasi masyarakat yang telah terdaftar. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat umum sebagai bentuk partisipasi.
Dalam pelaksanaannya, panitia menyiapkan lima orang juri yang ditempatkan di beberapa titik penilaian sepanjang rute. Adapun hadiah yang disediakan mulai dari juara pertama hingga juara harapan tiga, dengan total hadiah pembinaan yang cukup besar. Juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 12,5 juta.
Untuk rute takbir keliling tahun ini, panitia menetapkan jalur yang berbeda dari tahun sebelumnya. Rombongan peserta memulai perjalanan dari Masjid Washiatul Islam di Seluwing, kemudian melintasi Simpang 4, Lampu Merah Jembatan, Jalan Raja Pandita, Jalan Kosasi, Jalan AMD, Pelabuhan Sepit, hingga ke SLB. Selanjutnya peserta melanjutkan perjalanan melalui Jalan Terminal, Jalan Intimung, kembali ke Jalan Raja Pandita, menuju Tanjung Belimbing, Kuala Lapang, dan Tanjung Lapang, sebelum akhirnya finis di Masjid Nurul Iman.
Rury berharap, meskipun cuaca kurang bersahabat, hal tersebut tidak mengurangi makna dan semangat masyarakat dalam menyemarakkan syiar takbir.
“Harapan kami, walaupun diguyur hujan, tidak mengurangi makna syiar takbir bersama. Ini adalah bentuk kebahagiaan kita setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim