Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Malinau Kota Dikepung Banjir, Arus Air Deras Masuk Permukiman hingga 1 Meter Lebih

Dip Ratar • Kamis, 19 Maret 2026 | 04:48 WIB

 

TERUs NAIK: Kondisi banjir pada Rabu (18/3), di wilayah Malinau Kota, debit air terus naik hingga malam hari.
TERUs NAIK: Kondisi banjir pada Rabu (18/3), di wilayah Malinau Kota, debit air terus naik hingga malam hari.
MALINAU - Banjir yang menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Malinau kini memasuki wilayah Malinau Kota, dengan ketinggian air yang terus meningkat hingga malam hari. Kondisi ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur secara merata bersamaan dengan pasang air laut.

 

Camat Malinau Kota, M. Yusuf, menyebut banjir kali ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni curah hujan tinggi serta fenomena air pasang yang memperparah kondisi debit air.

 

“Hasil monitoring kami, banjir ini terjadi karena curah hujan tinggi yang merata sehingga menimbulkan banjir kiriman, baik dari Sungai Malinau maupun Sungai Mentarang. Ditambah lagi saat ini kondisi air sedang pasang, sehingga ketinggian air semakin meningkat,” jelasnya kepada Radar Tarakan, Rabu (18/3).

 

Ia menambahkan, arus air yang masuk ke wilayah permukiman terpantau sangat deras, terutama dari Sungai Sesayap yang mengalir melalui kanal dan anak-anak sungai menuju kawasan permukiman warga.

 

Akibat tingginya debit air, sejumlah ruas jalan di Malinau Kota terpaksa ditutup. Di antaranya ruas Jalan Duyan dari Puskesmas menuju Masjid An’nur hingga ke arah PDAM, Jalan Penembahan di RT 12 kawasan Pasturan, serta Jalan Intimung menuju perempatan. Selain itu, akses di kawasan AMD RT 16 menuju Pelabuhan Sepit juga tidak dapat dilalui.

 

“Penutupan dilakukan karena debit air cukup tinggi dan membahayakan pengguna jalan. Ke depan, kemungkinan akan ada tambahan titik penutupan jika kondisi air terus meningkat,” ujarnya.

 

Ketinggian air pun bervariasi, mulai dari 25 hingga 30 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai 70 sentimeter hingga satu meter lebih. Di kawasan permukiman seperti RT 10 di sekitar Telkom serta wilayah Ambo Tuwo di RT 12, ketinggian air dilaporkan melebihi satu meter.

 

Sementara itu, wilayah RT 14, RT 15, RT 16, RT 17, dan RT 20 juga terdampak cukup parah dengan ketinggian air hingga satu meter lebih.

 

Yusuf mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada menghadapi kondisi ini. Warga diminta menjaga keselamatan keluarga, terutama anak-anak dan lansia, serta memastikan berada di tempat yang aman.

 

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mengantisipasi potensi bahaya listrik dengan mematikan aliran listrik di area terdampak, mengamankan barang-barang berharga, serta memindahkan hewan ternak ke lokasi yang lebih aman. “Kami berharap banjir ini segera surut dan masyarakat dapat melalui situasi ini dengan baik,” tutupnya. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim