Ketua RT 14, Berahim, mengatakan bahwa saat ini dirinya berada langsung di lokasi banjir yang telah menggenangi jalan aspal utama. “Kedalaman air di jalan aspal ini sudah sepaha orang dewasa, bahkan ada titik tertentu yang mencapai dada orang dewasa. Untuk di jalan aspal sekitar 1,5 meter, sementara di permukiman warga ada yang sudah mencapai 2 meter,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Rabu (18/3).
Ia menjelaskan, luas wilayah terdampak banjir di kawasan Limbu Mas diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare. Selain itu, genangan air juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi lain di luar wilayah tersebut.
Arus air yang deras membuat debit banjir terus bertambah. Warga pun diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi air yang masih bergerak naik. “Saat ini air masih deras masuk, jadi kami berharap semoga segera surut,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, akses jalan di kawasan terdampak sementara dialihkan. Berahim menyebutkan bahwa di wilayah RT 14 terdapat dua jalur alternatif yang bisa digunakan warga. “Jalan yang ditutup dialihkan ke jalur satunya, yakni melalui Jalan Cristiani Center,” jelasnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Namun, kondisi banjir yang terus meningkat menjadi perhatian serius bagi warga setempat dan pihak terkait. Warga diimbau untuk terus memantau perkembangan situasi dan segera mengungsi jika kondisi semakin memburuk. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim