MALINAU - Hujan deras yang mengguyur wilayah Long Berang, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau sejak Selasa sore memicu terjadinya bencana longsor di tiga titik lokasi. Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya lima rumah mengalami kerusakan parah, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Puskesmas Long Berang, Oldiana, yang juga saksi mata saat tragedi terjadi, mengungkapkan bahwa hujan mulai turun sekitar pukul 17.00 Wita dengan intensitas tinggi. Longsor pertama terjadi pada malam hari sekitar pukul 21.18 Wita, disusul longsor kedua pada pukul 02.01 Wita yang disebutnya sebagai yang paling parah.
“Sekitar jam 10 malam air sudah mulai masuk ke rumah dinas perawat. Tidak lama kemudian ada laporan ke grup bahwa rumah dinas terkena longsor. Saya langsung menuju lokasi, tapi di tengah jalan akses darat sudah terputus karena longsor besar dan pohon tumbang,” jelasnya kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Selasa (17/3).
Karena jalur darat tidak dapat dilalui, proses evakuasi dilakukan menggunakan longboat. Oldiana bersama tim langsung menuju lokasi terdampak untuk mengevakuasi tenaga medis dan warga.
Dari data sementara, longsor berdampak pada empat rumah dinas tenaga medis di sekitar puskesmas dan satu rumah guru SD. Kerusakan terparah terjadi pada bagian dapur yang tertimbun material lumpur, bahkan sebagian rumah tidak lagi layak huni.
Selain itu, longsor juga terjadi di kawasan SMA Negeri 11 Malinau yang merusak satu rumah guru, termasuk menghancurkan lantai rumah, merusak satu unit sepeda motor, serta menimbun ternak ayam milik korban.
“Titik longsor ada tiga, pertama di sekitar rumah tenaga medis dekat puskesmas, kedua di belakang rumah camat, dan ketiga di area SMA. Yang paling parah di rumah dinas medis dan di SMA,” terangnya.
Meski demikian, seluruh penghuni rumah berhasil selamat. Para tenaga medis dan guru yang terdampak telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, termasuk ke rumah Kepala Puskesmas dan bidan setempat.
Saat ini, para korban sementara ditempatkan di Gedung BPU Desa Long Berang yang difungsikan sebagai lokasi pengungsian darurat sekaligus dapur umum. Pemerintah setempat bersama Dinas Kesehatan dan pihak kecamatan telah meninjau lokasi kejadian dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan.
Oldiana menambahkan, kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan membuat warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan.
“Yang kami khawatirkan sekarang adalah hujan susulan. Karena kondisi tanah masih labil, sangat berisiko jika warga kembali ke rumah yang terdampak,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim