Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Awal 2026, Malinau Catat 10 Kasus Dengue dan 1 DBD Tanpa Kematian

Dip Ratar • Minggu, 15 Maret 2026 | 07:02 WIB

 

ILUSTRASI: Warga Malinau yang melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas Desa Tanjung Lapang.
ILUSTRASI: Warga Malinau yang melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas Desa Tanjung Lapang.
MALINAU - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Malinau pada awal tahun 2026 masih terpantau terkendali. Hingga Februari 2026, Dinas Kesehatan mencatat total 10 kasus dengue dengan tingkat keparahan yang berbeda, namun tidak ada kasus kematian.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB Kabupaten Malinau, Jonlayri, mengatakan situasi kasus DBD saat ini masih dapat dikendalikan dan diharapkan tidak terjadi penambahan kasus ke depan. “Situasi kasus DBD di Kabupaten Malinau hingga saat ini masih bisa dikendalikan. Saya berharap tidak ada penambahan kasus ke depan,” ujarnya Kepada Radar Tarakan, Sabtu (14/3).

Ia menjelaskan, berdasarkan tingkat keparahan hingga Februari 2026 tercatat 10 kasus dengue, terdiri dari 9 kasus dengue fever (DF) dan 1 kasus demam berdarah dengue (DBD). Dari seluruh kasus tersebut tidak ditemukan adanya kematian.

Meski demikian, pihaknya mengaku belum dapat membandingkan jumlah kasus tahun ini dengan tahun sebelumnya karena masih berada pada awal tahun.

“Untuk kasus DBD tahun ini kita belum bisa bandingkan dengan tahun lalu karena masih di awal tahun. Namun kita berharap kasus DBD di Kabupaten Malinau terus menurun setiap tahunnya,” katanya.

Menurut Jonlayri, pemberantasan DBD secara menyeluruh memang tidak mudah karena sangat berkaitan dengan perilaku hidup bersih masyarakat. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar pola hidup bersih dan sehat dapat semakin meningkat. “Harapan kami dengan adanya edukasi secara terus-menerus, masyarakat bisa mengubah perilaku dan pola hidup sehingga risiko penyebaran DBD dapat ditekan,” ulasnya. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim