Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Sudah 2.000 Pelajar Terjaring Beasiswa Desa Sarjana, Malinau Siapkan Generasi Emas

Dip Ratar • Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:05 WIB

 

Bupati Malinau, Wempi W Mawa.
Bupati Malinau, Wempi W Mawa.
MALINAU - Pemerintah Kabupaten Malinau terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program Desa Sarjana Unggul. Hingga saat ini, lebih dari 2.000 putra-putri Malinau telah terjaring dalam program beasiswa tersebut selama empat tahun terakhir.

 

Bupati Malinau Wempi W Mawa mengatakan, program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda di Kabupaten Malinau.

 

“Pertama, hari ini saya bertemu dengan anak-anak kita pelajar kelas 11 dan 12 berhubungan dengan beberapa program pemerintah daerah Kabupaten Malinau termasuk program pemerintah pusat yang berkaitan dengan pendidikan,” ujarnya Kepada Radar Tarakan, Jumat (13/3).

 

Dalam pertemuan tersebut, para pelajar terlihat antusias mendapatkan informasi mengenai berbagai program yang disiapkan pemerintah daerah, salah satunya program Desa Sarjana Unggul yang memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

 

Berdasarkan data hingga saat ini program tersebut telah menggandeng sekitar 50 perguruan tinggi, mulai dari perguruan tinggi negeri, swasta, politeknik, sekolah tinggi, hingga perguruan tinggi luar negeri melalui kerja sama.

 

“Saat ini sudah terjaring lebih dari 2.000 putra-putri kita selama empat tahun periode kepemimpinan saya. Mereka punya kesempatan untuk mendapatkan peluang melalui program Desa Sarjana ini,” jelasnya.

 

Selain jalur pendidikan formal, pemerintah daerah juga memberikan alternatif bagi generasi muda melalui program Milenial Mandiri. Program ini memberikan ruang bagi pelajar yang ingin mengembangkan diri melalui pendidikan nonformal maupun keterampilan.

 

“Jika mereka tidak memilih melalui pendidikan formal, pendidikan nonformal juga terbuka bagi mereka. Sehingga mereka bisa menentukan langkah apa atau pilihan apa yang akan mereka lakukan setelah selesai dari kelas 12,” katanya.

 

Ia menambahkan, generasi muda saat ini membutuhkan akses informasi yang luas serta ruang diskusi untuk menentukan masa depan mereka. Karena itu pemerintah daerah berupaya menghadirkan berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh para pelajar.

 

“Anak-anak muda hari ini butuh sajian informasi, butuh akses, dan perlu ruang diskusi. Kami memberi ruang yang sangat terbuka bagi mereka untuk menyampaikan harapan-harapan mereka,” ungkapnya.

 

Terkait pembiayaan program tersebut, Wempi menegaskan bahwa investasi pada sumber daya manusia merupakan langkah penting untuk masa depan daerah. Menurutnya, pembangunan SDM akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

“Bicara tentang SDM itu adalah masa depan, bicara tentang SDM itu adalah kesejahteraan. Dukungan yang baik terhadap generasi muda akan menghadirkan generasi emas yang menjadi harapan dan cita-cita bangsa ini,” tegasnya.

 

Ia berharap peluang pendidikan yang telah disiapkan pemerintah daerah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda Malinau untuk meraih cita-cita mereka.

 

“Tugas saya memastikan peluang-peluang ini dapat dimanfaatkan oleh anak-anak muda hari ini yang memiliki keinginan dan cita-cita mengejar pendidikan,” pungkasnya. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim