Wakil Bupati Malinau, Jakaria mengatakan sidak tersebut dilakukan untuk memastikan dua hal utama, yakni ketersediaan bahan pangan serta upaya pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan.
“TPID Kabupaten Malinau melakukan sidak untuk melihat langsung ketersediaan bahan pangan dalam rangka bulan suci Ramadan dan menjelang hari raya, sekaligus untuk pengendalian inflasi,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Rabu (11/3).
Dari hasil peninjauan di lapangan bersama tim, Jakaria menyebut harga barang masih stabil dan belum terjadi lonjakan signifikan. Meski demikian, pemantauan akan terus dilakukan hingga mendekati hari raya.
“Alhamdulillah setelah kami meninjau langsung, harga barang masih stabil dan daya beli masyarakat masih normal. Karena masih sekitar 10 hari lagi menjelang Lebaran, tim akan terus bergerak memantau sampai H-1,” katanya.
Dalam sidak tersebut, TPID juga mengecek stok sejumlah komoditas penting di tingkat agen. Salah satunya di salah satu toko di Malinau yang stok minyak gorengnya mulai menipis. Namun pihak agen memastikan pasokan tambahan sedang dalam perjalanan.
“Tadi seperti di toko Aneka Jaya, stok minyak goreng memang mulai menipis. Tetapi mereka sudah mendatangkan sekitar 1.500 dus minyak goreng, baik merek Minyak Kita maupun Bimoli. Menurut Perindag, stok ini masih cukup untuk kebutuhan menjelang hari raya,” jelasnya.
Meski sebagian besar harga stabil, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Cabai rawit misalnya mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp80 ribu menjadi Rp85 ribu per kilogram.
Selain itu harga gula juga mengalami kenaikan dari kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribu menjadi sekitar Rp22 ribu per kilogram. Menurut Jakaria, kenaikan ini dipengaruhi terbatasnya pasokan gula produksi dalam negeri.
“Kita juga melihat ada persaingan gula yang masuk dari negara seberang secara tidak resmi. Itu juga yang kadang menutupi kebutuhan masyarakat, meskipun harga sedikit naik,” ujarnya.
Sementara untuk komoditas lain seperti daging sapi, bawang merah, serta sayur mayur, ketersediaannya masih mencukupi. Harga daging sapi lokal saat ini masih berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram dengan stok yang dinilai cukup karena adanya peternak lokal yang siap memasok.
Harga bawang merah juga mengalami kenaikan tipis dari Rp40–45 ribu menjadi Rp45–50 ribu per kilogram. Namun secara umum pasokan masih tersedia baik dari produksi lokal maupun dari luar daerah.
Selain memantau bahan pokok, TPID juga melakukan sidak ke gudang distributor susu milik Nestle di Malinau. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan perizinan serta ketersediaan pasokan susu bubuk bagi masyarakat.
“Kita bersyukur karena sekarang sudah ada agen Nestle yang memiliki gudang di Malinau sehingga ketersediaan susu bubuk cukup. Tadi kami juga melihat kesiapan perizinannya agar mereka bisa terus berinvestasi di Malinau,” jelasnya.
Terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), Jakaria memastikan pasokan di Malinau juga dalam kondisi aman. Suplai dari Pertamina ke SPBU maupun APMS berjalan lancar dan tidak ada kendala distribusi.
“Untuk BBM juga aman. Suplai dari Pertamina tidak ada kendala dan ketersediaannya cukup, termasuk selama libur Lebaran nanti,” tegasnya.
Ia menegaskan secara umum kondisi Kabupaten Malinau saat ini masih aman baik dari sisi ketersediaan BBM maupun sembilan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim