Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Malinau, Endang mengatakan target tersebut masih berpotensi mengalami perubahan tergantung kondisi di lapangan.
“Target dari Dinas Pertanian awal ini masih di angka 280 hektare. Tapi kita belum tahu nanti setelah berjalannya waktu, di pertengahan tahun apakah ada peningkatan lagi kemungkinan perubahan atau penambahan lahan,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Senin (9/3).
Ia menjelaskan, evaluasi terhadap luas tanam akan dilakukan pada pertengahan tahun untuk melihat sejauh mana minat petani terhadap komoditas jagung. Jika antusiasme petani meningkat, tidak menutup kemungkinan target tersebut dapat ditingkatkan.
Selain itu, upaya peningkatan produksi jagung di Malinau juga mendapat dukungan dari Polres Malinau. Menurut Endang, dukungan tersebut membantu dinas menjangkau sejumlah wilayah yang sebelumnya belum tersentuh pembinaan pertanian.
“Selama ini Polres Malinau juga sangat mendukung peningkatan produksi. Kami sebagai Dinas Pertanian terbantu karena ada daerah-daerah yang mungkin belum terlalu tersentuh, akhirnya bisa dilakukan pembinaan,” katanya.
Polres Malinau juga disebut telah mengusulkan bantuan melalui Dinas Pertanian kepada Kementerian Pertanian untuk kelompok-kelompok tani yang mereka bina. Bantuan yang diusulkan berupa peralatan pertanian maupun benih.
Berdasarkan data luas tambah tanam (LTT) pada aplikasi pertanian, luas tanam jagung di Malinau pada tahun sebelumnya tercatat mencapai lebih dari 600 hektare. Meski demikian, Dinas Pertanian tidak hanya mengejar luas tanam, tetapi juga peningkatan produktivitas.
“Walaupun nanti luas tanamnya kecil, yang kita harapkan adalah produksinya bisa lebih tinggi dari yang kemarin,” jelasnya.
Endang menambahkan, saat ini terdapat tiga kecamatan yang menjadi sentra produksi jagung di Kabupaten Malinau, yakni Kecamatan Malinau Barat, Malinau Utara, dan Mentarang.
“Tiga kecamatan ini yang paling besar produksinya. Kalau wilayah kota memang lebih kecil karena masyarakat banyak membudidayakan komoditas lain,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim