Kapolsek Long Pujungan, IPDA Ronni, menjelaskan peristiwa terjadi ketika tim kesehatan dari Puskesmas Long Alango melakukan perjalanan dinas menuju Desa Long Uli dan Desa Long Tebulo di Kecamatan Bahau Hulu. Rombongan berangkat dari Desa Long Alango menggunakan beberapa perahu ketinting melalui jalur Sungai Bahau.
“Sekitar pukul 10.00 Wita, salah satu perahu yang membawa tiga orang penumpang mengalami musibah saat melintasi muara Sungai Lutung, yang merupakan cabang dari Sungai Bahau. Perahu terbalik setelah dihantam ombak yang datang dari arah berlawanan,” jelasnya.
Perahu tersebut ditumpangi tiga orang, yakni Emet Amat (39), warga Desa Long Alango yang bertugas sebagai motores atau pengemudi perahu, kemudian dua tenaga kesehatan yaitu Bertin Pasorong (48), seorang PNS tenaga kesehatan asal Desa Long Alango, serta Yusup Udau (36), tenaga kesehatan berstatus PPPK yang berdomisili di Desa Long Kemuat.
Saat kejadian, seluruh penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi sungai. Beruntung, ketiganya berhasil mencapai daratan dan selamat tanpa mengalami luka serius.
“Semua penumpang selamat dan dalam kondisi sehat. Namun mereka sempat mengalami trauma akibat kejadian tersebut,” tambahnya.
Diketahui, rombongan pelayanan kesehatan keliling tersebut berjumlah 13 orang yang terdiri dari delapan tenaga kesehatan dan lima motores. Mereka menggunakan lima perahu ketinting untuk menjangkau sejumlah desa di wilayah pedalaman Bahau Hulu.
Meski sempat terjadi insiden, kegiatan pelayanan kesehatan tetap dilanjutkan menuju desa tujuan. Setelah menyelesaikan tugas, seluruh rombongan kembali ke Desa Long Alango pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 18.00 WITA dengan menumpang perahu long boat.
Akibat kejadian tersebut, satu unit mesin ketinting jenis Honda Mega 19 HP dilaporkan hilang atau tenggelam di sungai. Selain itu, sejumlah barang milik rombongan juga hanyut terbawa arus. Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp12 juta.
Saat kejadian, kondisi Sungai Bahau dilaporkan dalam keadaan normal dengan ketinggian air sekitar dua meter. Namun arus sungai yang cukup kuat serta gelombang di pertemuan aliran sungai diduga menjadi penyebab perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim