Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Harga Bahan Pokok di Pasar Malinau Stabil, Cabai Paling Fluktuatif

Dip Ratar • Jumat, 6 Maret 2026 | 19:38 WIB

ILUSTRASI: Aktivitas warga saat berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Induk Malinau Kota.
ILUSTRASI: Aktivitas warga saat berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Induk Malinau Kota.
MALINAU – Perkembangan harga bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Malinau masih terpantau relatif stabil. Meski demikian, beberapa komoditas bumbu dapur seperti cabai, bawang merah dan bawang putih tercatat paling sering mengalami perubahan harga.

Kepala Bagian Perdagangan Disperindagkop Malinau, Yeni mengatakan berdasarkan pantauan di lapangan serta informasi dari pedagang, harga bahan pokok secara umum tidak mengalami kenaikan signifikan selama Ramadan.

“Kalau yang terakhir kami ke lapangan dan berdasarkan informasi pagi juga, harganya masih sama. Biasanya yang tergerak itu bawang merah, bawang putih dan cabai,” ujarnya saat diwawancarai usai kegiatan Pasar Murah, Kamis (5/3).

Saat ini harga bawang merah di pasaran berkisar sekitar Rp 55.000 per kilogram, sementara bawang putih berada pada kisaran Rp 42.000 hingga Rp 45.000 per kilogram. Adapun harga cabai berada di rentang Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per kilogram.

Menurut Yeni, harga cabai cenderung lebih fluktuatif karena sangat bergantung pada kondisi pasokan dan kualitas barang yang dijual di pasar. Cabai yang dijual pada hari tertentu bisa merupakan stok dari hari sebelumnya sehingga memengaruhi harga jualnya.

“Kadang yang dijual hari ini adalah yang kemarin, yang sudah agak layu biasanya lebih murah. Kalau yang baru datang harganya sedikit lebih tinggi, tapi biasanya tidak sampai menyentuh Rp 100.000,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kenaikan harga sempat terjadi pada pekan lalu akibat curah hujan yang tinggi dan banjir yang memengaruhi distribusi pasokan dari daerah pemasok.

Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar. Dalam beberapa tahun terakhir, harga cabai di Malinau juga disebut tidak pernah menembus angka Rp 100.000 per kilogram.

“Biasanya kalau naik sampai Rp 90.000 hanya beberapa hari saja, setelah itu kembali normal,” katanya.

Ia menambahkan, dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru, pergerakan harga bahan pokok selama Ramadan tahun ini justru tidak terlalu tinggi.

“Kalau Nataru biasanya lebih tinggi. Selama Ramadan tahun ini kenaikannya tidak terlalu tinggi,” pungkasnya. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim