Dapur SPPG Batu Lidung Malinau Kota melayani 2.388 penerima, terdiri dari 2.089 siswa, 211 guru, dan 91 balita dari Posyandu Harapan. Sekolah yang terlayani antara lain TK Alfaomega, PAUD Tunas Kasih, SD Negeri 006, 009, dan 010, SMP Negeri 1 dan 3, hingga SMK Negeri 2.
Sementara itu, Dapur SPPG Malinau Barat menyalurkan MBG kepada 1.630 pelajar dari PAUD hingga SMA, termasuk PAUD Kasih Ibu, TK Nurul Iman, TK Wana Kencana, SD 005 dan 011, SMPN 3, serta SMA 8 Malinau.
Dapur SPPG Muhammadiyah Malinau Hulu mencatat 2.551 penerima, meliputi siswa, guru, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia 1–5 tahun. Sekolah dan posyandu yang dilayani antara lain TK Pratama, TK Kasih Bunda, TK Alhidayah PAUD PKK, SD 005 Malinau Kota, SMP 2, SMA 1, serta Posyandu Menur.
Secara keseluruhan, total penerima manfaat dari ketiga dapur mencapai 6.569 orang.
Kepala SMP Negeri 1 Malinau Kota, Daud Impung, menyebut pelaksanaan MBG di sekolahnya berjalan lancar dan mendapat respons positif. “Aman saja, tidak ada komplain dari siswa maupun orang tua. Anak-anak tetap menerima MBG setiap hari,” ujarnya.
Terkait pembagian selama Ramadan, Daud menjelaskan, selama dua pekan awal siswa tetap menerima jatah MBG setiap hari, namun dalam bentuk makanan kering agar dapat dinikmati di rumah saat berbuka.
“Untuk sementara ini MBG kering. Anak-anak bisa menikmati MBG-nya di rumah, karena ini bulan puasa. Jadi setiap hari mereka tetap mendapatkan jatah MBG yang kering,” jelasnya.
Program MBG di Malinau tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, sebagai upaya meningkatkan gizi sejak dini. Sebaran penerima manfaat di berbagai sekolah dan posyandu diharapkan dapat mendukung kualitas kesehatan dan tumbuh kembang generasi muda di Kabupaten Malinau. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim