Wakil Bupati Malinau, Jakaria menyampaikan bahwa selama ini masyarakat di sejumlah wilayah perbatasan lebih mudah menjangkau Malaysia dibanding pusat kabupaten karena keterbatasan infrastruktur darat.
“Kondisi geografis Malinau lebih dari 90 persen kawasan hutan. Akses darat sangat terbatas, sehingga selama ini masyarakat perbatasan sangat bergantung pada negara tetangga karena lebih dekat dan lebih mudah dijangkau,” ujarnya.
Melalui SOA 2026, pemerintah daerah menghadirkan layanan penerbangan bersubsidi yang melayani tujuh rute di enam kecamatan perbatasan dan pedalaman. Layanan ini dioperasikan oleh maskapai Susi Air dengan jadwal rutin dua hingga empat kali dalam sepekan.
Menurut Jakaria, kebijakan subsidi ongkos angkut bukan sekadar mempermudah mobilitas orang, tetapi juga bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan penguatan kehadiran negara di wilayah perbatasan.
Ia menegaskan, salah satu persoalan utama yang dihadapi warga perbatasan adalah tingginya harga kebutuhan pokok. Selama ini, biaya distribusi yang mahal membuat harga sembako bisa melonjak drastis dibandingkan harga di perkotaan.
Dengan adanya subsidi ongkos angkut, diharapkan distribusi barang menjadi lebih lancar dan biaya logistik dapat ditekan. Pemerintah daerah juga berharap langkah ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat integrasi wilayah perbatasan dengan pusat pemerintahan di Malinau.
“Ini upaya pemerintah daerah agar masyarakat di garis perbatasan bisa menikmati pembangunan yang sama seperti wilayah lainnya,” tegasnya.
Tak tanggung-tanggung, untuk sektor transportasi udara, Pemda Malinau pada tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 40 miliar. Sementara untuk program SOA sungai pada 2026 dialokasikan sekitar Rp 10,06 miliar.
Adapun untuk angkutan SOA darat, pemerintah menganggarkan sekitar Rp 2,4 miliar. Sedangkan dukungan untuk operasional DAMRI dialokasikan sebesar Rp 250 juta.
Pemkab Malinau pun berharap ke depan pemerintah pusat dapat turut mendukung melalui pembangunan infrastruktur yang lebih memadai, sehingga akses darat ke wilayah pedalaman dan perbatasan dapat terbuka dan konektivitas semakin kuat. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim