Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau, Jon Layri, mengatakan perubahan suhu yang ekstrem membuat tubuh lebih rentan terhadap serangan virus dan bakteri.
“Pergantian cuaca seperti ini biasanya membuat imun tubuh melemah. Kalau tidak diimbangi dengan pola hidup sehat, risiko sakit itu pasti terjadi dan sangat mungkin terjadi,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Sabtu (28/2).
Ia menjelaskan, menjaga daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur dan buah-buahan serta rutin melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau jogging dua hingga tiga kali dalam seminggu. Kebiasaan tersebut dinilai efektif menjaga kebugaran tubuh.
Selain itu, masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih sekitar satu hingga dua liter per hari serta menghindari konsumsi minuman manis dan berkafein secara berlebihan.
“Kunci harus cukup minum air putih, kalau bisa hindari minuman manis atau berkafein. Itu penting supaya kondisi tubuh tetap stabil saat cuaca berubah-ubah,” jelasnya.
Jon juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Warga diimbau rutin mencuci tangan, mandi setelah kehujanan, serta menjaga kebersihan dalam dan luar rumah guna mencegah berkembangnya nyamuk dan sumber penyakit lainnya.
“Pola hidup bersih dan sehat itu kunci utama. Kalau masyarakat abai, penyakit saat pergantian cuaca itu bisa sangat berdampak bagi kesehatan tubuh,” tutupnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim