Sebanyak ribuan porsi per hari disiapkan dengan pembagian porsi kecil dan porsi besar. Porsi kecil diperuntukkan bagi balita hingga siswa SD kelas 3, sedangkan porsi besar untuk siswa SD kelas 4 hingga SMA, guru, serta ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui).
Untuk porsi kecil menu jeruk, kandungan energi mencapai 612,1 kilokalori dengan protein 17,5 gram, lemak 21,2 gram, dan karbohidrat 97,6 gram. Menu ini juga mengandung vitamin C 98,1 miligram serta serat pangan 8,3 gram.
Sementara porsi kecil menu pisang memiliki energi lebih tinggi, yakni 654,7 kilokalori dengan protein 17,2 gram dan karbohidrat 108,7 gram. Kandungan vitamin C tercatat 13,6 miligram dengan serat 7,2 gram.
Pada porsi besar, asupan energi meningkat signifikan. Menu jeruk mengandung 913,1 kilokalori dengan protein 19,8 gram, karbohidrat 156,5 gram, dan vitamin C mencapai 196,2 miligram. Kandungan kalsium dalam menu ini sebesar 178,3 miligram.
Sedangkan menu pisang pada porsi besar memiliki energi tertinggi, yakni 998,3 kilokalori dengan karbohidrat 178,8 gram dan protein 19,3 gram. Adapun kombinasi pisang dan jeruk menghasilkan 955,7 kilokalori dengan vitamin C 111,7 miligram dan serat pangan 12,5 gram.
Kepala SPPG Muhammadiyah Kabupaten Malinau, Fransisca, menegaskan bahwa perbedaan komposisi gizi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan kelompok sasaran.
“Memang dibedakan gizi untuk anak balita sampai SD kelas 3, dan anak SD kelas 4 hingga SMA, termasuk guru serta bumil dan busui. Arahan dari pusat, kelompok rentan menjadi prioritas,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Jumat (27/2).
Ia juga menambahkan bahwa sesuai petunjuk teknis, setiap menu MBG wajib mencantumkan label kandungan gizi dan harga sebagai bentuk transparansi program.
Dengan rincian kandungan energi, protein, vitamin, dan mineral yang terukur, MBG Ramadan di Malinau diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan gizi siswa serta kelompok rentan secara berkelanjutan. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim