Kepala SPPG Muhammadiyah Kabupaten Malinau, Fransisca, menyampaikan bahwa penerima manfaat tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan dan layanan posyandu. “Untuk dapur SPPG Muhammadiyah, kami melayani 2.552 orang penerima manfaat, sudah termasuk siswa, guru, serta posyandu yaitu bumil, busui, dan balita,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Jumat (27/2).
Sekolah yang menjadi sasaran penyaluran MBG yakni TK Pratama, TK Kasih Bunda, TK Alhidayah PAUD PKK, SD 005 Malinau Kota, SMP 2 Malinau Kota, dan SMA 1 Malinau. Selain itu, distribusi juga dilakukan ke Posyandu Menur.
Ia menjelaskan, selama Ramadan sistem pengantaran tetap dilakukan seperti biasa. Untuk jenjang TK dan SD, distribusi dilakukan pukul 08.00 Wita, sedangkan SMP dan SMA pada pukul 09.00 Wita.
Namun, jam operasional dapur mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya aktivitas dilakukan pada sore hari, selama Ramadan relawan mulai bekerja pukul 21.00 Wita setelah salat tarawih dan berlanjut hingga pukul 14.00 Wita keesokan harinya. Sistem kerja dilakukan secara bergiliran atau per shift sesuai bagian masing-masing.
Fransisca menegaskan, program MBG ini memang memprioritaskan kelompok rentan sesuai arahan pusat, dengan tujuan memperbaiki gizi anak Indonesia sejak dalam kandungan. Karena itu, bumil, busui, dan balita menjadi kelompok yang diutamakan dalam pelaksanaannya.
Sejauh ini, pendistribusian berjalan lancar tanpa kendala berarti. Meski demikian, pihak dapur masih menghadapi tantangan dalam ketersediaan bahan baku lokal, terutama untuk variasi buah.
Dengan ribuan penerima manfaat yang dilayani setiap hari, SPPG Muhammadiyah Malinau memastikan program MBG selama Ramadan tetap berjalan optimal dan tepat sasaran. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim