Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pasokan Ikan Laut Kosong, Harga Ikan Tambak Melonjak dalam Beberapa Hari Terakhir di Malinau

Dip Ratar • Rabu, 25 Februari 2026 | 16:10 WIB

HARGA NAIK: Terlihat stok Ikan Bandeng yang mengalami kenaikan di sejumlah pasar se-Kabupaten Malinau.
HARGA NAIK: Terlihat stok Ikan Bandeng yang mengalami kenaikan di sejumlah pasar se-Kabupaten Malinau.
MALINAU – Pasokan ikan laut di sejumlah pasar di Kabupaten Malinau dilaporkan kosong dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini berdampak pada kenaikan harga ikan tambak, khususnya bandeng, yang kini dijual lebih tinggi dari harga normal.

Ibu Lina (43), pedagang di Pasar Bhineka Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, mengatakan sudah dua hari terakhir pasokan ikan bandeng sangat terbatas. Menurutnya, gangguan distribusi terjadi karena air di daerah pemasok sempat mati sehingga ikan tidak bisa dipanen.

“Sudah dua hari ini kosong. Ada pun sedikit-sedikit. Air mati, jadi ikan tidak bisa dipanen di sana. Ini ikan dari Tarakan,” ujarnya, Selasa (25/2).

Ia menyebut ukuran bandeng yang tersedia saat ini relatif kecil, rata-rata hanya sebesar dua jari. Meski begitu, harga justru mengalami kenaikan.

“Biasanya kalau ikan banyak, stabil di Rp 20 ribu sampai Rp 22 ribu per kilo. Sekarang Rp33 ribu sekilo. Karena ikan tidak ada, walaupun kecil tetap dinaikkan harganya,” jelasnya.

Berdasarkan Laporan Harian Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Malinau, harga ikan bandeng di Pasar Induk Malinau pada 23 Februari 2026 tercatat sebesar Rp 35.000 per kilogram. Dibandingkan harga sebelumnya Rp 30.000 per kilogram, terjadi kenaikan Rp 5.000.

Salah seorang pembeli di Pasar Induk Malinau, Rahma mengaku tetap membeli bandeng meski harga naik karena menjadi ikan favorit keluarga.

“Memang terasa naiknya, biasanya beli sekitar Rp 20 sampai 30 ribu, sekarang Rp 35 ribu. Tapi mau bagaimana lagi mas, ini yang ada. Ikan laut juga banyak yang kosong,” katanya.

Tak hanya bandeng, sejumlah ikan laut seperti layang juga dilaporkan kosong. Pedagang menyebut sebagian besar ikan laut sulit didapatkan dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, untuk komoditas ayam segar, harga juga mengalami kenaikan. Pedagang mengambil ayam dengan harga Rp 45 ribu per kilogram dan menjualnya kembali Rp 50 ribu per kilogram.

“Kita penjual ambil risiko. Kalau laku syukur, kalau tidak ya itu risikonya,” ujar Lina.

Pedagang berharap pasokan ikan laut segera kembali normal agar harga bisa stabil dan masyarakat tidak semakin terbebani oleh kenaikan harga bahan pangan. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim