Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Target Nol Persen Stunting, TPPS Malinau Sasar 8 Lokus Prioritas di 2026

Dip Ratar • Selasa, 24 Februari 2026 | 17:18 WIB

Wakil Bupati Malinau sekaligus Ketua Harian TPPS, Jakaria.
Wakil Bupati Malinau sekaligus Ketua Harian TPPS, Jakaria.
MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menegaskan komitmennya menargetkan nol persen stunting pada 2026. Untuk mencapai target ambisius tersebut, TPPS menetapkan delapan wilayah lokus prioritas sebagai fokus intervensi tahun depan.

Wakil Bupati Malinau sekaligus Ketua Harian TPPS, Jakaria menyampaikan bahwa capaian stunting Kabupaten Malinau saat ini sudah berada di angka 11 persen berdasarkan sistem pencatatan nasional PPGBM. Angka tersebut telah melampaui target nasional sebesar 14 persen.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Malinau tidak ingin berhenti pada capaian tersebut. Sesuai arahan Bupati Malinau, penanganan stunting akan dimaksimalkan hingga menyentuh angka nol persen di akhir masa jabatan periode kedua mereka.

“Tahun 2026 kita akan fokus pada delapan wilayah lokus yang telah ditetapkan melalui keputusan bupati. Pola penanganannya juga akan lebih terarah dan langsung menyasar anak yang terdampak atau terindikasi stunting,” ujarnya, Selasa (24/2).

Berbeda dengan pola sebelumnya yang lebih banyak memberikan dukungan kepada keluarga, pada 2026 intervensi akan dilakukan secara langsung kepada anak penderita stunting. Pemerintah juga akan meningkatkan pengawasan terhadap ibu hamil melalui edukasi intensif, pemberian vitamin, serta pemeriksaan rutin di puskesmas dan pustu.

Penanganan stunting di Malinau melibatkan lintas sektor, di antaranya Dinas Kesehatan, Bappeda, DPMD, serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam TPPS. Kolaborasi juga diperkuat bersama Tim Penggerak PKK hingga tingkat kecamatan dan desa.

Selain intervensi langsung, TPPS juga akan menggencarkan edukasi kepada generasi muda, khususnya pelajar tingkat SLTA, terkait risiko pernikahan usia dini yang berpotensi meningkatkan kasus stunting akibat kehamilan pada usia terlalu muda.

Pemerintah daerah meyakini bahwa dengan penguatan sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan ekonomi, serta pelayanan kesehatan yang terintegrasi, angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten Malinau dapat ditekan secara maksimal.

“Tidak ada alasan lagi masyarakat kita mengalami stunting. Seluruh program inovasi daerah sudah berpihak kepada masyarakat. Ini menjadi komitmen bersama untuk memastikan generasi Malinau tumbuh sehat dan berkualitas,” tegasnya.

Dengan strategi yang lebih terukur dan pengawasan berkala di setiap lokus, TPPS optimistis target nol persen stunting di 2026 dapat tercapai. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim