Pertemuan dipimpin Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Malinau, Francis, sebagai tindak lanjut arahan pimpinan daerah. Ia menyebutkan, penataan perlu dilakukan terhadap jaringan kabel milik berbagai penyedia layanan yang telah lama terpasang dan kini terlihat kurang tertib serta mengganggu estetika kota.
“Ini langkah menindaklanjuti arahan pimpinan. Beliau melihat perlu ada penataan dan peremajaan terhadap jaringan infrastruktur, baik milik PLN, Telkom maupun Telkomsel yang sudah existing di Kabupaten Malinau,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Kamis (19/2).
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malinau sebagai leading sector, pemerintah mengundang sejumlah pihak untuk berdiskusi sekaligus menyepakati langkah konkret penanganan di lapangan. Pihak yang hadir di antaranya PLN, Telkom Indonesia, serta Telkomsel.
Selain vendor penyedia layanan, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga turut dilibatkan, seperti DPU-PRRKIM, bidang tata ruang, pertamanan, dan pemakaman. Pemerintah juga telah mengundang pelaku usaha TV kabel, meski pada pertemuan awal belum dapat menghadiri undangan tersebut.
Francis menjelaskan, para penyedia layanan diminta segera menyusun rencana teknis untuk merapikan, menata, bahkan meremajakan jaringan kabel yang ada. Penataan diharapkan tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis dan keamanan, tetapi juga keselarasan estetika dengan tata ruang kota.
“Kami minta dalam waktu satu minggu ke depan sudah ada gambaran langkah-langkah yang direncanakan. Nanti akan kita diskusikan kembali untuk menentukan tahapan pelaksanaannya,” jelasnya.
Ia menegaskan, langkah ini bukan didasari adanya aduan masyarakat, melainkan murni inisiatif pemerintah setelah melihat langsung kondisi jaringan kabel di lapangan yang dinilai perlu dibenahi.
“Ini murni inisiatif pemerintah melihat situasi dan kondisi yang ada, dikaitkan dengan upaya memperindah dan mempercantik kota. Jaringan yang sudah terpasang memang perlu ditata agar mendukung wajah ibu kota yang lebih rapi, tertib, dan representatif,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim