Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Desa di Malinau Jadi Ujung Tombak Program, Dari MBG hingga Penanganan Kemiskinan

Dip Ratar • Sabtu, 14 Februari 2026 | 03:44 WIB

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa.
MALINAU - Pemerintah Kabupaten Malinau menegaskan peran strategis desa sebagai ujung tombak pelaksanaan berbagai program pembangunan, mulai dari makan bergizi gratis (MBG), peningkatan layanan kesehatan, hingga percepatan penanganan kemiskinan.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Malinau, Wempi W Mawa usai melantik tiga kepala desa pengganti antar waktu (PAW), yakni Yeyen Meisem, Fiuleta, dan Wiratama Jalung.

Dalam arahannya, Wempi menekankan bahwa meski para kepala desa PAW hanya melanjutkan sisa masa jabatan, tanggung jawab yang diemban tetap besar. Desa, kata dia, merupakan garda terdepan dalam menyinergikan serta mengawal percepatan program pemerintah, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Program seperti MBG, penguatan layanan kesehatan, penurunan kemiskinan, wajib belajar Malinau Maju, Desa Sarjana, hingga penguatan kemandirian milenial harus sampai ke desa dan dikawal dengan baik,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Jumat (13/2).

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh perencanaan di tingkat atas, tetapi juga oleh konsolidasi dan soliditas di tingkat desa. Seluruh elemen, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga tokoh masyarakat, perlu bersinergi agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Selain itu, pengawasan bersama menjadi kunci agar setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga. Desa, menurutnya, harus mampu menjadi pusat pelayanan sekaligus ruang partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Tak kalah penting, para kepala desa juga diingatkan untuk menjaga stabilitas sosial di wilayah masing-masing. Pendekatan humanis, menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, serta membuka ruang dialog di tengah perbedaan pandangan dinilai penting untuk menciptakan suasana yang kondusif.

Wempi menambahkan, peran kepala desa, terutama di wilayah pedalaman merupakan representasi nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Kepala desa bukan sekadar menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga menjadi jembatan utama antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil warga.

Di akhir keterangannya, ia meminta para kepala desa PAW bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kepercayaan masyarakat. Setiap program pemerintah, tegasnya, harus dipastikan menyentuh dan memberi manfaat langsung bagi warga.

“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Kalau di desa program berjalan baik, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat,” tutupnya. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim