Berdasarkan data survei sosial ekonomi nasional (susenas KOR) 2025, tingkat literasi Kalimantan Utara mencapai 98,74 persen dan berada di peringkat ke-28 secara nasional. Sementara itu, minat baca masyarakat juga menunjukkan tren positif. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks tingkat kegemaran membaca (TGM) 2024 menempatkan Kalimantan Utara di peringkat ke-9 nasional dengan skor 72,80 poin.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen RI, Hafidz Muhsin, S.Sos, M.Si, menyampaikan bahwa sebagai provinsi yang relatif masih baru dan terus berkembang, Kaltara telah menunjukkan kemajuan di bidang literasi. Capaian tersebut, menurutnya, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan mitra pembangunan yang aktif mengawal pemberdayaan guru, taman bacaan masyarakat (TBM), serta komunitas literasi.
“Perkembangan literasi di Kaltara saya kira sudah cukup baik. Semua ekosistem mulai digerakkan, baik guru, TBM, maupun komunitas literasi yang didukung pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya peningkatan literasi tidak hanya berlangsung di Malinau, tetapi juga di daerah lain seperti Tarakan dan Nunukan. Pemerintah daerah, kata dia, mulai memberikan dukungan yang lebih serius terhadap gerakan literasi.
Meski demikian, Hafidz menilai perlu ada penguatan di level kebijakan provinsi agar literasi benar-benar menjadi program strategis, khususnya dalam penyediaan buku bacaan bermutu untuk sekolah dan taman belajar masyarakat.
Disisi lain, sebagai bentuk dukungan konkret, Badan Bahasa berencana menyerahkan external hard disk berisi ratusan judul buku yang siap dicetak kepada pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Utara. Koleksi tersebut mencakup buku bacaan untuk berbagai jenjang pendidikan dan diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan akses buku di daerah.
“Insyaallah nanti kami akan berikan kepada setiap pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Utara berupa file buku-buku yang siap dicetak dan dimanfaatkan,” jelasnya.
Dengan penguatan kebijakan di tingkat provinsi dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, Hafidz berharap budaya literasi di Kaltara dapat tumbuh lebih merata dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim