Harga tomat tercatat naik tajam dari Rp 15.000 menjadi Rp 20.000 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting naik dari Rp 67.500 menjadi Rp 70.000 per kilogram, dan cabai rawit merah mengalami kenaikan cukup signifikan dari Rp 66.250 menjadi Rp 75.000 per kilogram.
Salah seorang ibu rumah tangga warga Malinau Kota, Rina, yang ditemui saat berbelanja di Pasar Induk Malinau mengaku kenaikan harga ini cukup terasa. “Baru aja beberapa hari lalu beli masih lima belas ribu, ini haru sudah dua puluh ribu. Sama juga cabai rawit naik dia harganya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Farhan anak kost asal makassar yang juga berbelanja kebutuhan dapurnya. pria yang gemar mengkonsumi cabai ini mengaku terpaksa mengurangi jumlah pembelian cabai karena harganya semakin mahal. “Saya suka makan pedas mas. Kalau sudah Rp 75 ribu per kilo, mau tidak mau beli lebih sedikit supaya tetap cukup untuk kebutuhan lain, saya tinggal sendiri juga,” katanya kepada Radar Tarakan, Rabu (11/2).
Meski demikian, berdasarkan data harga harian, sebagian besar bahan pokok lainnya masih terpantau stabil. Harga beras Randa tercatat Rp 11.000 per kilogram, beras SPHP Bulog Rp 13.100 per kilogram, gula pasir Rp 20.000 per kilogram, dan minyak goreng kemasan premium Rp 24.250 per liter. Sementara Minyakita masih di angka Rp 19.750 per liter.
Untuk sumber protein, harga telur ayam ras masih bertahan di Rp 33.000 per kilogram, daging ayam ras karkas Rp 50.000 per kilogram, serta daging sapi paha belakang Rp 160.000 per kilogram. Komoditas lain seperti tepung terigu juga stabil di Rp 15.000 per kilogram.
Kondisi ini membuat kenaikan harga lebih terasa pada komoditas hortikultura, khususnya tomat dan cabai, sementara kebutuhan pokok utama lainnya masih relatif aman. Warga berharap pasokan kembali lancar agar harga tomat dan cabai bisa kembali normal dan tidak terlalu membebani pengeluaran rumah tangga. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim