Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tim Perawatan Jembatan Malinau Sarankan Pengurangan Beban 30 Ton Usai Insiden

Dip Ratar • Senin, 2 Februari 2026 | 18:38 WIB
RUSAK: Rangka Jembatan Malinau Seberang yang mengalami kerusakan akibat terhantam blade buldozer.   
RUSAK: Rangka Jembatan Malinau Seberang yang mengalami kerusakan akibat terhantam blade buldozer.  

MALINAU - Insiden kecelakaan yang melibatkan kendaraan trailer pengangkut bulldozer terjadi di Jembatan Malinau pada Sabtu sore (31/1), di ruas jalan nasional yang menghubungkan Malinau Kota dengan Malinau Seberang. Dalam peristiwa tersebut, blade atau pisau depan bulldozer dilaporkan menghantam rangka jembatan, menyebabkan dua komponen rangka baja mengalami kerusakan.

Berdasarkan informasi dari lokasi kejadian, trailer yang melaju dari arah Malinau Kota menuju Malinau Seberang diduga melakukan manuver untuk menghindari kendaraan lain. Saat melakukan manuver, muatan alat berat yang dibawa menyentuh rangka jembatan hingga menimbulkan kerusakan. Kendaraan beserta alat berat tersebut merupakan milik CV Damai Bangun Jaya, salah satu perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Malinau.

Jembatan Malinau sendiri merupakan infrastruktur jalan nasional yang berada di bawah pengelolaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Utara (BPJN Kaltara). Mengingat insiden ini berpotensi memengaruhi keselamatan pengguna jalan, pihak BPJN bersama tim perawatan jembatan dari PT Baskara Multi Konstruksi (BMK) langsung mengambil langkah antisipasi.
Rio, pelaksana perawatan jembatan dari PT BMK, mengatakan bahwa traffic light di sekitar jembatan sementara dimatikan untuk mengurangi risiko penumpukan kendaraan.

“Untuk sementara traffic light kami matikan dulu, sambil menunggu teknisi datang. Tujuannya supaya kondisi jembatan tetap aman,” ujarnya saat ditemui Radar Tarakan, Minggu (1/2).

Mengenai kondisi fisik jembatan, Rio menjelaskan bahwa jembatan masih bisa dilewati, namun pengaturan jarak antar kendaraan sangat penting. “Benturan bebannya ini masih bisa dilewati sementara, tapi minimal jarak antar kendaraan sekitar 30 meter, baik dari kendaraan depan maupun belakang,” jelasnya.

Selain itu, tim perawatan merekomendasikan penurunan batas beban jembatan sebagai langkah pencegahan.

“Dari beban awal sekitar 60 ton, sementara ini akan dikurangi sekitar 30 ton demi menjaga keamanan struktur jembatan,” kata Rio. Langkah ini diambil agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut hingga evaluasi teknis selesai.

Tim teknisi perawatan dari Tanjung Selor saat ini sedang dalam perjalanan menuju Malinau dan diperkirakan tiba pada sore hari untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Mereka akan menilai tingkat kerusakan rangka baja, menentukan langkah perbaikan, serta memberikan rekomendasi terkait kapasitas angkut jembatan ke depannya.

Sementara itu, pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau telah melakukan pengaturan lalu lintas untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Masyarakat dihimbau tetap tenang, mematuhi arahan petugas, dan menjaga jarak aman saat melintasi jembatan hingga langkah perbaikan selesai dilakukan.

Dengan pengaturan ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran arus lalu lintas di Jembatan Malinau, sekaligus mencegah potensi kerusakan yang lebih serius pada struktur vital infrastruktur nasional tersebut. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim