MALINAU - Perkembangan desa di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan kemajuan signifikan. Jumlah desa tertinggal yang sebelumnya mencapai lebih dari 200 desa kini berhasil ditekan hingga tersisa 60 desa saja, tanpa lagi desa berstatus sangat tertinggal.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, usai menghadiri peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 yang dirangkai dengan Seminar Nasional Hari Desa di Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau.
“Seperti yang saya sampaikan tadi, desa sangat tertinggal di Kalimantan Utara sudah tidak ada lagi. Dari 200 sekian desa tertinggal, sekarang tinggal 60 desa saja,” ujar Gubernur Zainal kepada Radar Tarakan, Rabu (28/1).
Ia optimistis, pada tahun mendatang Kalimantan Utara mampu menghapus sepenuhnya status desa tertinggal. Bahkan, jumlah desa mandiri di provinsi termuda di Indonesia itu ditargetkan terus bertambah. “Mudah-mudahan pada ulang tahun berikutnya tidak ada lagi desa tertinggal, dan desa mandiri semakin bertambah di Provinsi Kalimantan Utara,” tambahnya.
Menurut Zainal, pesatnya perkembangan desa tidak terlepas dari inovasi yang terus dilakukan oleh aparat desa. Berbagai terobosan pembangunan dan pelayanan publik dinilai mampu mendorong kemajuan desa secara merata. “Perkembangan desa kita cukup signifikan. Banyak inovasi yang dikerjakan oleh aparat desa, bahkan beberapa desa di Kalimantan Utara berhasil meraih penghargaan tingkat nasional,” jelasnya.
Salah satu contohnya adalah Desa Pulau Sapi di Kabupaten Malinau yang terus berbenah sebagai desa wisata. Setiap tahun, perubahan dan peningkatan kualitas desa semakin terlihat, terutama dalam upaya memperindah lingkungan desa untuk menarik kunjungan wisatawan. “Setiap saya datang ke sini, selalu ada perubahan. Karena Pulau Sapi merupakan desa wisata, tentu mereka terus berbenah agar makin banyak wisatawan yang datang,” katanya.
Capaian ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa di Kalimantan Utara berjalan secara terencana, terukur, dan tervalidasi, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim