Kegiatan ini menjadi rangkaian awal peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Utara yang berlangsung pada 27–30 Januari 2026. Bimtek diikuti para Direktur dan pengurus BUMDes dari empat kabupaten/kota di Kaltara, dengan jumlah peserta terbanyak berasal dari Kabupaten Malinau.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Utara, Edy Suharto mengatakan bimtek ini bertujuan memperkuat kapasitas pengelolaan BUMDes agar mampu menjadi penggerak utama ekonomi desa.
“Melalui bimtek ini, kita berharap lahir BUMDes-BUMDes yang maju dan dikenal di tingkat nasional, bukan hanya yang sudah lebih dulu berkembang,” ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini Kalimantan Utara telah memiliki 392 BUMDes dan 22 BUMDes Bersama. Khusus Kabupaten Malinau, terdapat 74 BUMDes dari 109 desa. Potensi tersebut dinilai besar jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Menurut Edy, BUMDes merupakan pilar utama ekonomi desa yang sejak awal digagas oleh Kementerian Desa. Karena itu, BUMDes harus terus didorong agar mampu bersaing, termasuk dengan program koperasi desa yang saat ini tengah berkembang.
“Fokus kita di desa adalah BUMDes. Kita harus berani berinovasi dan bahkan bersaing secara sehat, termasuk dengan koperasi desa,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edy juga mendorong kolaborasi antar-BUMDes, terutama dalam memenuhi kebutuhan perusahaan di sekitar desa, seperti penyediaan bahan pangan, jasa, hingga usaha peternakan.
Selain itu, peserta bimtek diajak belajar dari BUMDes-BUMDes sukses nasional, seperti Desa Ponggok di Jawa Tengah, yang mampu mengelola sumber mata air menjadi destinasi wisata dan menggerakkan UMKM desa.
“Kuncinya adalah pemetaan potensi desa, kreativitas, dan kemauan untuk belajar. Amati, tiru, dan modifikasi,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim