Kepala Desa Respen Tubu, Doleh Ucan mengatakan bahwa kondisi tersebut membuat musibah kebakaran ini terasa semakin berat bagi warga dan pemerintah desa.
“Kejadian ini sangat mengagetkan dan mengejutkan kami. Beberapa warga yang rumahnya terbakar saat itu sedang berpergian ke Desa Loreh karena ada keluarga yang meninggal. Jadi ketika kebakaran terjadi, mereka tidak berada di rumah dan masih dalam suasana berkabung,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pemerintah desa sempat merasa tidak berdaya melihat kobaran api yang melahap rumah-rumah warga. Meski demikian, langkah cepat tetap dilakukan dengan langsung turun ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.
“Saya langsung bergerak ke lapangan. Sebagai manusia kita punya keterbatasan, tapi kami berusaha semampu mungkin. Kami bersyukur ada kerja sama dan dukungan dari Pemkab Malinau, pihak kecamatan, kepolisian, pemadam kebakaran, serta relawan yang turut membantu masyarakat desa,” jelasnya.
Doleh juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Malinau yang telah bekerja maksimal hingga api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman.
“Alhamdulillah, kondisi sudah terkendali. Upaya pemadam kebakaran sangat luar biasa dan patut kita hargai,” tambahnya.
Berdasarkan data sementara pemerintah desa, kebakaran tersebut menghanguskan enam unit rumah. Dari jumlah tersebut, tercatat empat kepala keluarga (KK) dengan total 21 jiwa yang terdampak langsung.
Sebagai langkah awal penanganan pasca kebakaran, pemerintah desa telah menyiapkan Balai Adat Respen Tubu sebagai tempat penampungan sementara bagi para korban.
“Kami memaksimalkan Balai Adat Respen Tubu untuk menampung warga yang terdampak. Selanjutnya kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama dari bidang sosial, agar bantuan bagi korban bisa segera disalurkan,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim