Kepala Seksi Penunjang RSUD Malinau, Ranu Wijaya, mengatakan layanan CATHLAB tersebut merupakan bagian dari hibah Kementerian Kesehatan dalam upaya pemerataan layanan kesehatan, khususnya untuk penyakit jantung yang selama ini membutuhkan rujukan ke luar daerah.
“Cathlab itu untuk pelayanan jantung, seperti pemasangan ring dan tindakan lain yang berhubungan dengan jantung. Bangunannya sudah ada dan nanti bisa didokumentasikan,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Jumat (23/01).
Selama ini, pasien dengan gangguan jantung berat di Malinau harus dirujuk ke rumah sakit besar di luar daerah, bahkan hingga ke Jakarta atau Surabaya. Dengan hadirnya CATHLAB, proses rujukan jarak jauh tersebut diharapkan dapat ditekan.
“Pasien-pasien jantung tidak perlu lagi dirujuk sampai ke Jakarta atau Surabaya. Pelayanannya bisa dilakukan di Malinau,” jelasnya.
Ranu menjelaskan, dalam skema hibah tersebut, Kementerian Kesehatan menyediakan seluruh peralatan CATHLAB, sementara Pemerintah Daerah menyiapkan bangunan dan tenaga medis.
Terkait sumber daya manusia, RSUD Malinau saat ini telah memiliki dokter jantung. Namun untuk mendukung pengoperasian CATHLAB, dokter tersebut sedang menempuh pendidikan lanjutan di luar negeri.
“Dokter jantung kita saat ini sedang sekolah di Cina sebagai persiapan pengoperasian Cathlab,” ungkapnya.
Layanan CATHLAB ini terpisah dari layanan lainnya, seperti pelayanan kemoterapi untuk pasien kanker. Menurut Ranu, pemisahan fasilitas dilakukan agar masing-masing layanan dapat berjalan optimal sesuai standar medis.
CATHLAB di RSUD Malinau merupakan bagian dari program nasional KJSU KIA dari Kementerian Kesehatan. Di Provinsi Kalimantan Utara, Malinau menjadi salah satu daerah penerima hibah, selain Kabupaten Bulungan.
“Ini menjadi langkah besar bagi RSUD Malinau dan pelayanan kesehatan di daerah. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan layanan jantung yang cepat, dekat, dan berkualitas,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim