Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Menang atau Kalah dengan Atlet Sendiri, Prinsip Malinau di Porprov II Kaltara 2026

Dip Ratar • Minggu, 25 Januari 2026 | 19:59 WIB

 

LOKAL: Pertandingan sepakbola antarkecamatan turnamen Irau Cup 2025 sebagai pembinaan atlet lokal.
LOKAL: Pertandingan sepakbola antarkecamatan turnamen Irau Cup 2025 sebagai pembinaan atlet lokal.
MALINAU – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara tahun 2026 kian mendekat dan tinggal menghitung bulan. Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut dijadwalkan akan dibuka pada 9 September 2026. Kabupaten Malinau pun telah mematangkan berbagai persiapan, mulai dari pembinaan atlet hingga peningkatan kualitas pelatih dan wasit.

Pemerintah Kabupaten Malinau menunjukkan komitmennya sebagai tuan rumah untuk tetap menggunakan atlet lokal, baik menang maupun kalah, pada Porprov II Kaltara 2026. Prinsip tersebut merupakan arahan langsung Bupati Malinau sebagai bagian dari pembangunan olahraga daerah yang berorientasi jangka panjang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus mengatakan Porprov harus dimaknai sebagai ajang evaluasi pembinaan atlet, bukan semata-mata mengejar prestasi instan dengan mendatangkan atlet dari luar daerah.

“Permintaan Bapak Bupati jelas, Porprov tidak menggunakan atlet luar. Menang atau kalah, jelek atau bagus, dapat emas atau tidak, itulah bentuk usaha atlet kita,” tegasnya.

Menurutnya, hasil yang diperoleh dari Porprov justru menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan yang selama ini dilakukan pemerintah daerah bersama KONI dan cabang olahraga. Dari sana dapat dilihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu dibenahi.

“Supaya ke depan kita tahu, oh ini pembinaan yang sudah kita lakukan, oh ini yang harus kita perbaiki. Porprov itu bukan hanya satu kali, dunia tidak kiamat, kita masih punya waktu,” ujarnya.

Ernes juga menilai prestasi yang diraih dengan menggunakan atlet luar tidak memberikan kebanggaan yang sesungguhnya bagi daerah. Ia menegaskan bahwa kebanggaan sejati lahir dari perjuangan atlet lokal yang dibina sendiri.

“Juara satu kalau atletnya orang Jakarta, apa kebanggaan kita? Besok juara satu, pulang dia,” katanya.

Selain tidak sejalan dengan semangat pembinaan, penggunaan atlet luar juga berpotensi menimbulkan sanksi. Ernes mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari Ketua KONI Provinsi Kalimantan Utara, cabang olahraga yang terbukti menggunakan atlet luar daerah dapat langsung dikenakan diskualifikasi, termasuk sanksi terhadap pengurus cabang olahraga.

“Kalau ketahuan menggunakan atlet luar, langsung didiskualifikasi. Ini juga menyangkut mental, dan mental seperti ini tidak baik serta harus kita tinggalkan,” tegasnya.

Dengan prinsip menang atau kalah bersama atlet sendiri, Pemerintah Kabupaten Malinau berharap Porprov II Kaltara 2026 menjadi momentum pembinaan yang jujur, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat fondasi prestasi olahraga Malinau di masa depan. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim