Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kebakaran di Respen Tubu Malinau Diduga Akibat Korsleting Listrik

Dip Ratar • Minggu, 25 Januari 2026 | 19:56 WIB

Photo
Photo
MALINAU – Musibah kebakaran melanda RT 06, Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, pada Minggu (25/1) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan enam rumah warga beserta toko pakaian, toko sembako, dan apotek hangus terbakar.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Malinau, Rury Ahmad Sururie, menyampaikan bahwa laporan kebakaran diterima pada pukul 16.55 WITA. Petugas Damkar langsung bergerak dua menit kemudian pada pukul 16.57 WITA dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 17.05 WITA.

“Penanganan kebakaran dilakukan sejak pukul 17.00 WITA hingga 22.10 WITA, termasuk proses pemadaman dan pendinginan,” jelas Rury Kepada Radar Tarakan, Minggu (25/01).

Pelapor atas nama Jesika, selaku Sekretaris Camat Malinau Utara, menyampaikan bahwa api pertama kali diketahui berasal dari rumah milik Amanda, sebagaimana keterangan Ketua RT 06 Respen Tubu. Warga kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.

Berdasarkan data Damkar Malinau, kebakaran ini menghanguskan rumah milik Yosafat, Amanda (istri Yosafat), Abdul Rahim Suryono, Pet Anyik, Puring Inyau, dan Mariam Aran. Total terdapat 21 jiwa yang terdampak akibat kejadian tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Meski menimbulkan kerugian materil cukup besar, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, baik luka ringan maupun luka berat.

“Dampak yang dirasakan warga selain kerugian materil juga bersifat psikologis, berupa kepanikan dan ketakutan,” tambahnya.

Dalam proses penanganan, Damkar Malinau menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya akses jalan yang sempit karena berada di dalam gang, serta banyaknya warga yang menonton sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas armada pemadam.

Sebanyak 50 personel diterjunkan dalam penanganan kebakaran tersebut, melibatkan Posko Induk, Posko Utara, Posko Barat, dan Posko Mentarang, serta unsur Rescue, Damkar Bandara Malinau dengan satu unit armada, TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas.

“Hingga saat ini, laporan telah ditindaklanjuti dan penanganan kebakaran dinyatakan selesai dan tuntas,” pungkasnya. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim