Camat Sungai Tubu, Jimmy Sakai mengatakan bantuan tersebut berupa 24 unit baterai yang akan dipasang dalam waktu dekat. Bantuan ini dinilai sangat penting mengingat selama ini salah satu kendala utama operasional BTS di wilayah pedalaman adalah keterbatasan daya.
“Salah satu BTS milik Bakti untuk daerah 3T di Longpada itu kita dapat bantuan baterai di 2026. Jumlahnya ada 24 unit dan dalam waktu dekat akan dipasang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh BTS yang beroperasi di wilayah Sungai Tubu menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi utama. Karena itu, kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap kinerja jaringan telekomunikasi.
“Semua BTS di Sungai Tubu menggunakan PLTS. Jadi memang sangat tergantung cuaca. Kalau cuaca kurang mendukung, daya baterai menjadi persoalan,” jelasnya.
Dengan adanya tambahan baterai tersebut, diharapkan gangguan jaringan akibat keterbatasan daya dapat diminimalkan, sehingga layanan komunikasi bagi masyarakat bisa lebih stabil, terutama untuk kebutuhan penting seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan komunikasi darurat.
Jimmy menambahkan, meski kewenangan BTS berada di pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta penyedia layanan, pihak kecamatan terus aktif membangun komunikasi agar kebutuhan daerah dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami terus berkoordinasi dan membangun komunikasi, karena kebutuhan jaringan ini semakin meningkat. Pengguna makin banyak, sementara kapasitas dan daya masih terbatas,” katanya.
Selain persoalan daya, pemerintah kecamatan juga tengah mengupayakan peningkatan bandwidth, mengingat saat ini kapasitas jaringan di beberapa titik masih sangat terbatas, bahkan hanya berkisar 1–2 Mbps, sementara kebutuhan masyarakat terus bertambah.
Dengan dukungan bantuan baterai BTS di Longpada ini, pemerintah kecamatan berharap kualitas jaringan telekomunikasi di wilayah pedalaman Sungai Tubu semakin andal dan mampu mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim