MALINAU – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Induk Malinau terpantau mengalami penurunan pada Laporan Harian tanggal 19 Januari 2026. Dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malinau, terdapat empat komoditas yang mengalami penurunan harga, yakni cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit merah, dan bawang merah.
Harga cabai merah keriting turun dari Rp 67.500 per kilogram menjadi Rp 66.250 per kilogram. Cabai merah besar juga mengalami penurunan cukup signifikan dari Rp 53.750 menjadi Rp 50.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah turun dari Rp 62.500 menjadi Rp 55.000 per kilogram, dan bawang merah turun tipis dari Rp 55.000 menjadi Rp 54.500 per kilogram.
Penurunan harga tersebut disambut baik oleh masyarakat. Kadijah, seorang ibu rumah tangga yang ditemui saat berbelanja di Pasar Induk Malinau, mengaku sangat terbantu dengan turunnya harga cabai dan bawang.
“Kalau lombok dan bawang turun pak, saya biasa nya beli banyak sekalian takut naik lagi harganya. Biasanya kan dua ini yang paling sering naik,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Rabu (21/01).
Sementara itu, harga sembako utama lainnya terpantau stabil. Beras kualitas premium seperti beras cap Arabah dan cap Lahap masih berada di kisaran Rp 16.467 hingga Rp 17.000 per kilogram. Beras SPHP Bulog juga stabil di harga Rp 13.100 per kilogram, membantu menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.
Harga gula pasir, baik curah maupun kemasan, masih bertahan di Rp 20.000 per kilogram. Demikian pula minyak goreng, dengan Minyakita di harga Rp 19.750 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp 24.250 per liter, belum mengalami perubahan.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras stabil di Rp 50.000 per kilogram, sementara daging sapi masih berada di kisaran Rp 100.000 hingga Rp 160.000 per kilogram, tergantung jenis potongan. Harga ikan seperti ikan bandeng, tongkol, dan kembung juga terpantau stabil tanpa kenaikan.
Penurunan harga cabai dan bawang turut dirasakan pelaku usaha kuliner. Pak Hendra, pengusaha warung makan di Malinau, mengaku senang dengan kondisi harga saat ini.
“Lombok sama bawang ini kan bahan utama saya, Kalau harganya turun, modalnya jadi kurang juga jadi tidak berpengaruhlah sama harga jual di warung,” katanya.
Secara umum, stabilnya harga sembako dan turunnya harga komoditas hortikultura diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat serta mendukung kelangsungan usaha kecil di Kabupaten Malinau. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim