Camat Sungai Tubu, Jimmy Sakai menjelaskan bahwa pemasangan Wifi Bakti merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat di daerah pedalaman tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengakses jaringan telekomunikasi.
“Wifi Bakti yang tersedia sampai saat ini ada delapan dan satu masih on process instalasi. Jadi totalnya ada sembilan. Tahun 2024 terpasang tiga titik, dan tahun 2025 lalu sudah direncanakan enam titik,” ujar Jimmy Kepada Radar Tarakan saat diwawancarai, Selasa (20/1).
Secara khusus, pemasangan Wifi Bakti di Kecamatan Sungai Tubu diprioritaskan untuk pusat layanan kesehatan dan sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat komunikasi layanan publik, terutama di sektor kesehatan.
“Tujuan utamanya adalah mempercepat terbangunnya komunikasi antarbagian, khususnya untuk layanan kesehatan. Sementara di sektor pendidikan, salah satu persoalan yang kita hadapi adalah penginputan Dapodik, sehingga ketersediaan internet menjadi kebutuhan utama,” jelasnya.
Jimmy juga menegaskan, dengan adanya Wifi Bakti dan dukungan infrastruktur telekomunikasi lainnya, lima desa di wilayah pedalaman Sungai Tubu kini hampir sepenuhnya terjangkau jaringan internet. Bahkan untuk jenjang SMA, yang walaupun menjadi kewenangan pemerintah provinsi, jaringan internet juga telah tersedia.
“Artinya, untuk persoalan jaringan telekomunikasi, sudah tidak ada masalah lagi di lima desa Sungai Tubu. Ini menjadi upaya kita untuk menghapus stigma bahwa Sungai Tubu adalah wilayah sulit dan terisolir,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malinau, yang terus memberikan dukungan dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah pedalaman.
“Telekomunikasi, kesehatan, dan pendidikan adalah kebutuhan dasar yang saat ini menjadi prioritas. Kami bersyukur, kebutuhan tersebut satu per satu mulai terpenuhi di Sungai Tubu,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim