Berdasarkan data realisasi belanja, pembangunan gedung DPUPR Perkim Malinau dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 dan 2025. Investasi ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pusat pelayanan infrastruktur daerah sekaligus meminimalkan risiko gangguan akibat bencana tahunan.
Kepala Dinas PUPR Perkim Malinau, Yosep Padanur, menjelaskan bahwa pembangunan gedung utama kantor telah rampung pada akhir 2024.
“Pembangunan gedung kantor DPUPR Perkim dengan total nilai Rp 19,93 miliar telah selesai pada 30 Desember 2024,” ujarnya.
Selain gedung utama, anggaran juga dialokasikan untuk pembangunan fasilitas pendukung. Landscape tahap pertama menghabiskan dana sebesar Rp 4,9 miliar dan telah diselesaikan pada tahun lalu.
“Sementara tahap kedua dengan nilai Rp 9,13 miliar masih berlanjut dan saat ini dikerjakan di bagian belakang gedung,” jelas Yosep.
Secara desain, gedung DPUPR Perkim dibangun bertingkat dan menyerupai versi mini dari Kantor Bupati Malinau. Di bagian depan, tersedia area parkir di sisi kiri dan kanan gedung serta lapangan upacara. Ornamen bermotif khas Dayak menjadi ciri arsitektur yang memperkuat identitas lokal bangunan tersebut.
Lantai satu difungsikan sebagai area pelayanan publik dengan konsep koridor dan aula pertemuan. Sementara lantai dua menampung ruang kantin, ruang kepala bidang, hingga ruang kepala dinas yang didesain saling berhadapan. Ruang kepala dinas menghadap langsung ke tangga utama dan area kantin dengan konsep semi-outdoor.
Jika diakumulasikan, total investasi fisik pembangunan kantor DPUPR Perkim Malinau mencapai Rp 34.029.070.180.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menyatakan bahwa pembangunan gedung tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan sarana dan prasarana perkantoran demi mendukung kinerja aparatur sipil negara.
Ia mengakui besarnya anggaran yang digelontorkan sebanding dengan upaya mitigasi bencana serta peningkatan kenyamanan dan efektivitas kerja pegawai. “Dengan pembangunan gedung seperti yang tadi kita dengar, tentu alokasi anggarannya besar,” katanya.
Meski demikian, Wempi mengingatkan agar aset bernilai fantastis tersebut dirawat dengan baik. Ia menekankan pentingnya komitmen seluruh jajaran dinas untuk menjaga dan memelihara fasilitas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim