Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Meski ADD Turun 30–40 Persen, Desa Diminta Tetap Fokus ke 5 Program Inovasi Malinau

Dip Ratar • Kamis, 15 Januari 2026 | 01:15 WIB

Kepala DPMD Malinau, Muhammad Fiteriyadi.
Kepala DPMD Malinau, Muhammad Fiteriyadi.
MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menegaskan bahwa penurunan alokasi dana desa (ADD) tidak boleh menghambat jalannya pembangunan di desa. Meski ADD tahun ini mengalami penurunan sekitar 30 hingga 40 persen, desa-desa tetap diminta untuk fokus menjalankan lima program inovasi daerah yang telah ditetapkan pemerintah kabupaten.

Kepala DPMD Malinau, Muhammad Fiteriyadi, mengatakan penurunan anggaran ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah pusat yang turut berimbas ke daerah. Meski demikian, Pemkab Malinau tetap berkomitmen agar ADD yang dialokasikan dapat digunakan secara strategis untuk mendukung arah pembangunan daerah.

“ADD memang terpengaruh dan turun, kurang lebih 30 sampai 40 persen dari anggaran sebelumnya. Tapi kami tetap prioritaskan agar ADD ini mendukung program inovasi daerah. Ada lima program inovasi yang menjadi fokus, supaya kegiatan di desa tidak mandek,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah desa agar lebih cermat dalam menentukan prioritas kegiatan. Salah satu yang paling ditekankan adalah keselarasan antara program desa dengan program strategis nasional.

“Pemerintah pusat akan melihat apakah program di desa itu selaras atau tidak dengan program nasional. Jadi desa harus betul-betul fokus pada kegiatan yang menjadi prioritas,” katanya.

Di tengah keterbatasan anggaran, desa juga didorong untuk lebih kreatif menggali Pendapatan Asli Desa (PADes) agar tidak sepenuhnya bergantung pada dana transfer dari pusat maupun ADD.

“Desa sekarang harus sudah pandai mencari sumber pendapatan sendiri. Salah satu contoh di Malinau Kota, mereka membuka kolam pemancingan dan itu cukup membantu PADes. Artinya desa jangan hanya bergantung pada dana desa atau ADD,” pungkasnya. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim