Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Malinau, Kamran Daik mengatakan, bahwa efisiensi tidak boleh menjadi penghalang bagi pelaksanaan kegiatan keagamaan, terutama Safari Ramadan yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh pemerintah daerah.
“Dampak efisiensi ini tidak terlalu berpengaruh kalau kita benar-benar melaksanakannya dengan ikhlas. Ini menyangkut hubungan hati nurani kita kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Kamran kepada Radar Tarakan, Rabu (14/01).
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah telah mulai mempersiapkan pelaksanaan safari Ramadan dan telah membentuk kepanitiaan atas arahan Wakil Bupati Malinau. Safari Ramadan diperkirakan akan dimulai pada pertengahan hingga akhir bulan suci Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, safari Ramadan akan menyasar 41 masjid yang ada di Kabupaten Malinau. Namun, kunjungan tidak dilakukan sekaligus ke seluruh masjid, melainkan secara bergiliran sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau semua dikunjungi sekaligus tentu tidak bisa. Kita lakukan secara bergantian, termasuk masjid-masjid yang belum sempat dikunjungi pada tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Meski demikian, terdapat empat masjid besar yang menjadi titik utama Safari Ramadan, yakni Masjid Wasiatul Islam, Masjid Agung Malinau, Masjid An-Nur, serta Masjid At-Taqwa di Malinau Utara.
Kamran menegaskan bahwa safari Ramadan bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat nilai keagamaan dan menjaga hubungan dengan masyarakat. “Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, bukan sekadar acara rutin,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim