Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dana Desa Turun 70 Persen, Kepala Desa Putar Otak Tentukan Prioritas Anggaran

Dip Ratar • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:15 WIB

TURUN: Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau tampak dari atas.
TURUN: Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau tampak dari atas.
MALINAU – Penurunan drastis dana desa tahun 2026 memaksa desa di Kabupaten Malinau mengkaji ulang seluruh rencana pembangunan. Dengan anggaran yang menyusut hingga sekitar 70 persen, dari lebih Rp 1 miliar menjadi hanya sekitar Rp 300 juta, desa kini berada dalam posisi sulit untuk menentukan arah kebijakan dan prioritas belanja.

Kepala Desa Wisata Pulau Sapi, Rudi mengatakan kondisi tersebut membuat pemerintah desa belum bisa memastikan program apa saja yang dapat dijalankan tahun 2026 ini.

“Dana desa turun jauh sekali. Dari sekitar satu miliar lebih, sekarang tinggal tiga ratusan juta. Kami masih bingung mau memprioritaskan ke mana karena petunjuk teknisnya juga belum kami terima,” kata Rudi saat diwawancarai Radar Tarakan, Selasa (13/01).

Menurutnya, Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk tahun 2026 sebenarnya sudah dilaksanakan pada 2025. Namun, anjloknya anggaran membuat banyak rencana yang telah disepakati berpotensi tidak bisa direalisasikan.

“Kalau mengacu pada hasil Musrenbangdes 2025, itu sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi anggaran sekarang. Dengan dana sekecil ini, kemungkinan pembangunan fisik akan sangat minim,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, hingga kini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat mengenai arah penggunaan Dana Desa 2026. Tanpa kejelasan tersebut, desa belum berani menentukan secara rinci program prioritas yang akan dibiayai.

“Kami belum dapat gambaran jelas dana ini akan diarahkan untuk apa saja. Nanti setelah juknisnya turun, baru bisa kami bahas lebih lanjut,” tambahnya.

Ia mengakui, dengan keterbatasan anggaran, pemerintah desa harus benar-benar selektif agar dana yang ada tetap memberi dampak bagi masyarakat. “Yang jelas kami harus jeli menggunakannya supaya dana ini tetap bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim