Yusuf menjelaskan, faktor utama terjadinya banjir saat ini adalah kondisi cuaca, di mana wilayah Malinau sedang memasuki musim hujan dengan intensitas cukup tinggi. Selain itu, banjir yang terjadi juga merupakan banjir kiriman dari daerah hulu, khususnya dari Sungai Mentarang dan Sungai Malinau.
"Peningkatan debit air yang terjadi kemarin berasal dari kiriman banjir dari daerah hulu Sungai Malinau," ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut diperparah dengan terjadinya pasang air laut. Saat air banjir kiriman mengalir ke Sungai Sesayap dan bertemu dengan pasang air, terjadi luapan di beberapa anak sungai di wilayah perkotaan. Akibatnya, air meluap dan merendam sejumlah titik rawan banjir serta dataran rendah di Desa Malinau Kota.
Adapun wilayah yang terdampak rendaman air meliputi RT 1 di bantaran Sungai Sesayap, serta RT 7, 8, 9, 10, 11, dan 12 di kawasan pemukiman. Selain itu, genangan juga terjadi di RT 14, 15, 16, 17, hingga RT 19. Rendaman air dengan debit cukup tinggi terjadi pada malam hingga subuh hari.
"Namun saat ini kondisi air sudah surut kembali," katanya.
Meski demikian, Yusuf mengimbau seluruh warga, khususnya yang bermukim di wilayah rawan banjir, agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan, baik banjir dalam batas normal maupun banjir besar.
"Mengingat saat ini masih musim hujan, kami mengajak masyarakat untuk melakukan antisipasi dini terhadap potensi kebencanaan banjir," pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim