Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malinau, arus penumpang speedboat sepanjang 2025 rata-rata berada di kisaran 6.000 hingga 7.000 orang per bulan. Lonjakan signifikan terjadi pada momentum hari besar keagamaan dan agenda daerah berskala besar.
Puncak arus penumpang tercatat pada April 2025, bertepatan dengan arus mudik dan balik Idulfitri, dengan jumlah penumpang mencapai 8.645 orang. Selain Lebaran, peningkatan jumlah penumpang juga terjadi pada Juli dan Oktober 2025.
“Biasanya arus penumpang di Pelabuhan Malinau mengalami kenaikan pada musim tertentu, seperti hari besar keagamaan,” ujar Kepala Dishub Malinau, Ajang Kahang, Rabu (7/1).
Ia menjelaskan, lonjakan penumpang tidak hanya dipicu oleh momen keagamaan, tetapi juga aktivitas sosial dan pendidikan. Salah satunya adalah mobilitas keluarga yang mengantar maupun menjemput peserta didik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Utara.
Pada Juli 2025, jumlah penumpang tercatat mencapai 7.973 orang. Sementara pada Oktober, arus kembali meningkat seiring pelaksanaan Irau Malinau, festival budaya tahunan yang menjadi magnet kunjungan dari luar daerah. “Jadi perkembangannya setiap tahun selalu meningkat,” tambah Ajang.
Meski demikian, capaian tersebut juga menegaskan ketergantungan masyarakat terhadap transportasi sungai sebagai penghubung utama Malinau–Tarakan. Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam memastikan aspek keselamatan, kapasitas armada, dan pelayanan pelabuhan tetap memadai, terutama saat terjadi lonjakan penumpang.
Memasuki tahun 2026, Dishub Malinau memperkirakan jumlah penumpang speedboat masih berpotensi meningkat. Faktor pendorongnya antara lain pertumbuhan aktivitas ekonomi daerah, mobilitas masyarakat pascalibur panjang, serta agenda besar seperti Idulfitri dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Malinau.
Namun, proyeksi peningkatan tersebut dinilai perlu diiringi dengan evaluasi kesiapan sarana dan prasarana transportasi sungai agar lonjakan penumpang tidak berujung pada persoalan keselamatan maupun kenyamanan pengguna jasa. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim