Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dampak Iklim dan Pencemaran Sungai Jadi Tantangan Serius Bagi Sektor Perikanan di Malinau

Dip Ratar • Selasa, 6 Januari 2026 | 18:39 WIB
DAMPAK: Beberapa Warga Malinau yang sedang memancing ikan di Sungai Sesayap Malinau.
DAMPAK: Beberapa Warga Malinau yang sedang memancing ikan di Sungai Sesayap Malinau.

MALINAU - Dampak iklim, banjir, serta pencemaran sungai kini menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan sektor perikanan di Kabupaten Malinau. Kondisi ini dinilai berpengaruh langsung terhadap ekosistem sungai dan produktivitas nelayan maupun pembudidaya ikan air tawar.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malinau, Dr. Afri menyebutkan bahwa secara geografis Malinau memiliki potensi perikanan yang sangat besar dengan bentangan sungai yang panjang. Namun, potensi tersebut terancam apabila kelestarian lingkungan sungai tidak dijaga secara bersama-sama.

“Dampak iklim itu nyata. Banjir, perubahan kualitas air, hingga pencemaran sungai sangat memengaruhi keberlanjutan ekosistem ikan. Padahal kita sangat bergantung pada sungai, bukan hanya untuk transportasi dan air, tetapi juga untuk sumber pangan,” ujarnya, Selasa (6/1).

Menurut Afri, banjir yang kerap terjadi tidak hanya membawa dampak sosial, tetapi juga memicu masuknya berbagai limbah ke sungai. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas air dan mengganggu habitat ikan, baik ikan tangkapan nelayan maupun ikan hasil budidaya yang bergantung pada aliran sungai.

Selain faktor alam, ia juga menyoroti masih adanya perilaku oknum nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan cara tidak ramah lingkungan, seperti menyetrum dan meracun ikan. Praktik tersebut dinilai merusak ekosistem sungai dan merugikan nelayan lain yang menangkap ikan secara tradisional dan berkelanjutan.

“Tindakan seperti setrum dan racun itu dampaknya panjang. Bukan hanya ikan besar yang mati, tapi juga benih dan ekosistemnya rusak. Ini yang harus kita cegah bersama,” tegasnya.

Dinas Perikanan Malinau menilai, peran seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga media, untuk meningkatkan kesadaran menjaga kelestarian sungai. Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci agar sungai tetap terjaga sebagai sumber kehidupan dan penghidupan.

“Kalau lingkungan sungai rusak, maka keberlanjutan perikanan juga terancam. Padahal sektor ini berperan penting dalam ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan protein masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap, dengan meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan dan dukungan lintas sektor, potensi perikanan Malinau dapat terus berkembang secara berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim ke depan. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim