Dinas Perikanan Kabupaten Malinau mencatat, total produksi budidaya ikan pada 2025 mencapai 323,23 ton, meningkat sekitar 9 ton dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 316,56 ton.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malinau, Dr. Afri mengatakan peningkatan produksi tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya jumlah pembudidaya ikan yang aktif di Malinau.
“Pada tahun 2024 jumlah pembudidaya produktif tercatat sebanyak 107 orang. Di tahun 2025 meningkat menjadi 134 orang, atau bertambah sekitar 27 pembudidaya. Penambahan ini ikut mendorong kenaikan produksi ikan budidaya,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, peningkatan produksi juga didukung oleh adanya bantuan pemerintah daerah berupa sarana budidaya, pakan ikan, dan benih. Bantuan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan pembudidaya sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Untuk komoditas yang dibudidayakan, pembudidaya di Malinau umumnya memproduksi ikan air tawar sesuai kebutuhan pasar, seperti ikan patin dan nila sebagai komoditas utama, serta ikan lele, ikan mas, gurame, dan bawal dalam jumlah terbatas.
Meski produksi mengalami peningkatan, Afri mengakui hasil budidaya ikan di Malinau masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat secara keseluruhan. Selama ini, hasil panen budidaya selalu terserap pasar, namun kapasitas produksi masih terbatas karena keterbatasan kolam, pakan, dan modal pembudidaya.
“Kalau anggaran dan dukungan berkurang, otomatis produksi juga akan menurun. Karena itu peran pemerintah masih sangat dibutuhkan agar produksi bisa terus meningkat,” tegasnya.
Ke depan, Dinas Perikanan Kabupaten Malinau menargetkan peningkatan produksi budidaya ikan secara berkelanjutan, sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat terlibat dalam usaha perikanan budidaya sebagai sumber penghasilan dan pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim