Salah satu pedagang ikan di Pasar Induk Malinau, Pak Saleh mengatakan, berkurangnya pasokan ikan laut disebabkan nelayan belum kembali melaut setelah libur Tahun Baru. Akibatnya, sejumlah jenis ikan laut favorit masyarakat tidak tersedia di lapak pedagang.
“Stoknya memang kurang karena nelayan belum turun ikan laut. Setelah Tahun Baru, ikan laut mulai kurang-kurang, seperti ikan layang, ikan rumah-rumah atau gembung, dan ikan tongkol,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Senin (5/1).
Ia menjelaskan, kekosongan ikan laut tersebut diperkirakan sudah terjadi selama sekitar satu minggu. Selain faktor libur Tahun Baru, kondisi alam juga diduga turut mempengaruhi aktivitas nelayan.
“Sudah mau semingguan ini kosong. Nelayan pada naik karena Tahun Baru, ditambah juga faktor terang bulan. Itu perkiraan kami saja dari pedagang,” jelasnya.
Meski ikan laut mengalami kelangkaan, ketersediaan ikan hasil tambak masih terbilang aman. Beberapa jenis ikan seperti patin, bandeng, dan kakap masih tersedia karena pasokannya berasal dari tambak udang dan cumi, dengan harga yang relatif stabil.
“Kalau ikan tambak seperti patin, bandeng, dan kakap masih ada. Untuk harganya juga stabil semua, tidak ada kenaikan,” tambahnya.
Saleh memperkirakan kondisi ini akan kembali normal setelah nelayan kembali turun melaut dan pasokan ikan dari luar daerah mulai masuk. Selama ini, pedagang di Malinau juga mengandalkan pasokan ikan laut dari Tarakan.
“Kami perkirakan nanti akan normal lagi setelah nelayan turun ke laut dan menunggu stok ikan dari Tarakan, karena memang biasa juga ambil dari sana. Tapi sekarang ini di Tarakan juga sedang kurang ikan laut,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim