Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Hampir 1 Dekade Selalu Banjir, Sekolah Favorit SDN 002 Malkot Pernah Diwacanakan Relokasi

Dip Ratar • Minggu, 4 Januari 2026 | 12:14 WIB

BANJIR: Kondisi lapangan upacara SDN 002 Malinau Kota saat terdampak banjir.
BANJIR: Kondisi lapangan upacara SDN 002 Malinau Kota saat terdampak banjir.
MALINAU – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 002 Malinau Kota (Malkot), salah satu sekolah favorit di Kabupaten Malinau, hampir satu dekade terakhir harus berjibaku dengan persoalan banjir yang rutin terjadi setiap tahun. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu proses pembelajaran dan berdampak pada fasilitas sekolah.

Salah satu guru SDN 002 Malkot, Made Sutarno, yang juga mengajar sebagai guru Agama Hindu, mengungkapkan bahwa banjir kembali merendam lingkungan sekolah pada awal tahun 2026. Air mulai naik pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 Wita, dengan ketinggian mencapai sebetis orang dewasa.

“Jam 12 siang air sudah mulai masuk parit, jam 2 sore mulai naik terus, halaman dan akses menuju kelas sudah tergenang semua. Puncaknya terjadi malam hari sekitar jam 11,” ujar Made saat ditemui di lokasi sekolah oleh Radar Tarakan.

Ia menjelaskan, banjir tersebut terjadi di hari pertama masuk sekolah setelah libur, sehingga para siswa terpaksa dipulangkan lebih awal. Akses menuju ruang kelas tidak dapat dilalui karena genangan air dan lumpur yang cukup tebal.

Menurut Made, kondisi banjir di SDN 002 Malkot bukanlah hal baru. Sejak dirinya mulai mengajar pada 2014, sekolah yang berada di dekat aliran anak sungai tersebut sudah kerap terdampak banjir.

“Dari awal saya mengajar di sini, sekolah ini memang sudah langganan banjir. Hampir tiap tahun pasti terendam, bahkan pernah kejadian banjir saat acara perpisahan sekolah,” ungkapnya.

Akibat seringnya banjir, pihak sekolah melakukan berbagai langkah antisipasi, terutama untuk melindungi peralatan dan dokumen penting. Hampir setiap ruang kelas dilengkapi lemari atau rak tinggi untuk menyimpan arsip dan barang elektronik.

“Kalau untuk alat-alat dan dokumen, kami sudah antisipasi. Tapi yang paling sering rusak itu lapangan dan tanaman sekolah. Lapangan jadi berlubang, becek, dan licin,” jelasnya.

Made menambahkan, kondisi fasilitas lapangan juga menjadi catatan penting saat SDN 002 Malkot meraih nominasi dan juara Sekolah Ramah Anak tingkat nasional. Tim penilai menilai fasilitas lapangan belum memenuhi standar akibat kerusakan yang terus berulang karena banjir.

Pihak sekolah mengaku telah berulang kali melaporkan dampak banjir tersebut kepada Dinas Pendidikan. Bahkan, menurut Made, pernah ada wacana relokasi sekolah ke kawasan lain, termasuk wacana di sekitar wilayah SMK dekat dengan lapangan kecamatan, meski hingga kini belum ada kepastian.

“Kami sangat berharap ada solusi nyata dari pemerintah daerah dan dinas pendidikan. Ini sekolah favorit, sayang sekali kalau setiap tahun harus libur tambahan karena banjir,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa DPRD Malinau pernah melakukan peninjauan langsung ke lokasi, terutama saat banjir besar tempo dulu yang menyebabkan tembok pembatas sekolah jebol.

Dengan kondisi yang terus berulang hampir satu dekade, pihak sekolah berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah strategis, baik melalui perbaikan infrastruktur, pengendalian banjir, maupun relokasi sekolah, agar proses belajar mengajar tidak lagi terganggu setiap musim banjir. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim