Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Perahu Long Boat Karam di Jeram Baru Sungai Bahau, Mesin dan Barang Lenyap

Dip Ratar • Rabu, 24 Desember 2025 | 16:31 WIB
KARAM: Perahu Long Boat saat karam di Jeram Baru Sungai Bahau.
KARAM: Perahu Long Boat saat karam di Jeram Baru Sungai Bahau.

MALINAU - Sebuah perahu long boat mengalami kecelakaan hingga karam di Jeram Baru (Nda’ Liang), Sungai Bahau, yang masuk wilayah Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, Selasa (23/12) pagi sekitar pukul 07.32 Wita. Peristiwa ini dilaporkan langsung oleh Camat Bahau Hulu, Viktor.

Long boat tersebut diketahui milik Yakup Jalung, Kepala Desa Apau Ping, Kecamatan Bahau Hulu. Saat kejadian, perahu membawa rombongan penumpang yang sebelumnya bermalam di Pos Jeram Baru sebelum melanjutkan perjalanan.

Camat Bahau Hulu, Viktor, menjelaskan kronologis kejadian bermula ketika rombongan hendak melintasi Jeram Baru. Untuk mengurangi beban, para penumpang diturunkan dan barang-barang dilangsir terlebih dahulu. Namun, saat long boat menanjak melewati jeram, mesin tiba-tiba mati sehingga perahu mundur tak terkendali dan terbalik ke sisi kiri mudik di area bebatuan besar.

“Akibat kejadian tersebut, badan perahu pecah pada bagian kapi atau dindingnya. Seluruh barang yang berada di dalam perahu, termasuk mesin long boat dan motor, hanyut dan tenggelam,” ujarnya kepada Radar Tarakan melalui via telfon.

Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam insiden ini. Sebanyak sembilan orang penumpang dan anak buah kapal (ABK) dilaporkan selamat. Kerugian materiil hingga kini belum dapat dipastikan.

Pasca kejadian, para penumpang dan ABK dievakuasi dan diangkut melanjutkan perjalanan menuju Long Paliran dan Long Aran menggunakan long boat SOA Penumpang asal Bahau Hulu yang kebetulan berada di lokasi yang sama. Sementara itu, beberapa barang yang sempat diturunkan saat proses langsir masih berada di sekitar Jeram Baru.

Informasi tambahan menyebutkan, pada saat kejadian terdapat lima long boat yang sama-sama berada di Jeram Baru. Tiga di antaranya sempat mengalami kondisi mundur saat mencoba melewati jeram. Salah satu perahu SOA Penumpang bahkan dilaporkan sempat pecah, meski tidak sampai karam.

Viktor berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengusaha dan operator long boat agar selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi jeram, khususnya Jeram Baru. “Perhatikan kondisi sungai dan jangan memaksakan perjalanan apabila situasi tidak memungkinkan,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya perhatian kembali dari pemerintah untuk melakukan normalisasi Jeram Baru, khususnya melalui pengeboman batu di bagian hilir kiri. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim