Kondisi tersebut terungkap saat Bupati Malinau Wempi W Mawa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Bandara Malinau, guna memastikan kelancaran arus transportasi masyarakat.
“Kuota penerbangan ke Apau Kayan sudah habis, sementara masyarakat yang akan mudik masih hampir ratusan orang,” ujar Wempi kepada Radar Tarakan, Selasa (22/12).
Menurutnya, penerbangan ke Apau Kayan, baik menuju Long Sule, Long Nawang, maupun Sungai Boh, merupakan jalur khusus yang tidak bisa disamakan dengan rute penerbangan komersial pada umumnya. Tingginya biaya operasional, terutama karena pesawat kerap kembali tanpa penumpang, menjadi kendala tersendiri.
Karena itu, Pemkab Malinau telah berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk menambah armada penerbangan dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah menyatakan siap memberikan dukungan agar kebutuhan mudik masyarakat tetap terlayani.
“Kami sudah menegaskan komunikasi dengan pihak maskapai. Jalur ini memang jalur khusus, sehingga pemerintah siap membantu,” jelasnya.
Wempi menambahkan, pihak maskapai menyatakan kesiapan membantu penanganan lonjakan penumpang menjelang Natal dan Tahun Baru. Pemerintah berharap seluruh warga yang hendak mudik ke Apau Kayan dapat terangkut dan tidak tertinggal.
“Kita berharap semua masyarakat bisa terangkut dan tidak tertinggal, sehingga dapat merayakan hari besar bersama keluarga,” tutup Wempi. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim