Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

H-3 Jelang Natal, Harga Tiga Komoditas Pangan di Pasar Induk Malinau Terus Naik Berkala

Dip Ratar • Senin, 22 Desember 2025 | 13:31 WIB

 

NAIK: Komoditas Kacang Tanah yang naik signifikan di Pasar Induk Malinau.
NAIK: Komoditas Kacang Tanah yang naik signifikan di Pasar Induk Malinau.
MALINAU - H-3 menjelang perayaan Natal, harga tiga komoditas pangan di Pasar Induk Malinau, Kalimantan Utara, terpantau terus mengalami kenaikan secara bertahap. Kondisi ini dirasakan pedagang maupun masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan perayaan Natal dan Tahun Baru.

Salah satu pedagang di Pasar Induk Malinau, Haji Sari, pemilik Toko Mekar Sari menyebutkan, harga kacang tanah kini mencapai Rp 48.000 per kilogram. Selain itu, harga Minyakita juga mengalami lonjakan dibandingkan harga normal. “Minyakita sekarang Rp 22.000 per liter. Kalau satu kotak harganya Rp 240.000, padahal biasanya hanya sekitar Rp 210.000. Sekarang memang cukup tinggi kenaikannya,” ujar Haji Sari.

Tak hanya kacang tanah dan minyak goreng, bawang merah juga ikut mengalami kenaikan harga. Saat ini, bawang merah dijual dengan harga Rp 65.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga beberapa waktu sebelumnya.

Pedagang lainnya, Rehan menjelaskan, bahwa kenaikan harga dipicu oleh terganggunya pasokan dari sejumlah daerah pemasok utama. Ia menyebutkan pasokan dari Surabaya dan Samarinda saat ini kosong, sementara sebagian besar komoditas berasal dari Sulawesi.

“Barang dari Surabaya dan Samarinda kosong. Produsennya dari Sulawesi semua, tapi kenaikan harga justru terjadi di Surabaya,” ungkap Rehan Kepada Radar Tarakan, Senin (22/12).

Menurutnya, kenaikan harga kacang tanah tergolong tidak biasa. Selama ini, komoditas yang kerap mengalami lonjakan menjelang hari besar keagamaan justru cabai dan lombok. “Baru kali ini kacang naik. Biasanya yang sering naik itu lombok dan cabai,” tambahnya.

Kenaikan harga ini membuat masyarakat berharap adanya langkah pengendalian harga dan kelancaran distribusi dari pemerintah serta pihak terkait, agar kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru tetap terjangkau. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim