Jakaria menjelaskan, pemantauan dilakukan untuk memastikan kelangkaan BBM yang sempat terjadi tidak berdampak terhadap inflasi daerah. Ia menegaskan, persoalan sebelumnya bukan disebabkan oleh menipisnya stok BBM, melainkan kendala teknis pada pihak penyedia.
“Kami turun ke lapangan untuk mengecek kondisi inflasi, khususnya ketersediaan BBM. Kelangkaan kemarin bukan karena stok berkurang, tetapi akibat masalah teknis distribusi yang sebelumnya sudah disampaikan oleh media,” ujarnya, Sabtu (20/12).
Dari hasil pengecekan di SPBU Beringin, diketahui stok BBM masih mencukupi. Saat ini tersedia pertalite sebanyak 90 kiloliter (KL) dan solar sekitar 30 KL, yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu pekan ke depan.
“Dengan jumlah tersebut, ketersediaan BBM di Malinau masih aman. Apalagi sesuai jadwal, pada tanggal 27 atau 28 Desember nanti akan ada pasokan BBM kembali masuk,” jelasnya.
Ia menambahkan, kuota BBM untuk Kabupaten Malinau sejatinya selama ini mencukupi. Namun, distribusi sempat terhambat karena persoalan teknis perizinan sehingga pasokan dari Tarakan belum dapat berjalan normal.
“Pemerintah memberikan diskresi agar bongkar muat BBM tetap bisa dilakukan hingga 31 Desember. Setelah itu, pihak penyedia wajib melengkapi seluruh perizinan,” tegas Jakaria.
Untuk memastikan kondisi tetap terkendali, Pemkab Malinau menurunkan tim dari perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Bagian Ekonomi, guna melakukan pemantauan distribusi BBM setiap hari. “Kami minta laporan secara berkala yah, baik kepada Bupati maupun kepada saya, agar kondisi pasokan tetap terpantau hingga pergantian tahun,” katanya.
Pemkab Malinau memastikan pengawasan distribusi BBM akan terus dilakukan hingga pergantian tahun. Pemerintah juga menjamin kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Kami pastikan stok BBM di Kabupaten Malinau relatif aman sampai dengan 1 Januari,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim