Situasi tersebut berdampak pada aktivitas penjualan BBM di sejumlah Pertashop. Untuk menjaga agar BBM dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat, Pertashop CV Kurnia Sari 2 Malinau Kota menerapkan pembatasan pembelian serta sistem buka-tutup.
Owner CV Kurnia Sari 2 Malinau Kota, Samiran mengungkapkan, bahwa pihaknya baru saja menerima pasokan BBM sebanyak 5 ton atau sekitar 5.000 liter yang didatangkan dari Berau.
“Masuk 5 ton. Tapi satu hari bisa habis. Habis 5.000 liter dalam sehari. Setelah itu kami harus menunggu lagi 2 sampai 3 hari untuk minyak datang,” ujarnya saat ditemui Radar Tarakan pada Rabu (17/12).
Menurut Samiran, pembatasan penjualan terpaksa dilakukan untuk menghindari praktik pengetapan serta panic buying di tengah kekhawatiran masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Sebenarnya tidak langka peminyaknya. Minyak ini sudah ada. Cuma karena kekhawatiran masyarakat, karena dekat Nataru, ya masyarakat mau isi penuh semua,” jelasnya.
Adapun skema pembatasan penjualan BBM yang diterapkan yakni untuk kendaraan roda dua jenis motor bebek diisi penuh dengan nominal pembelian maksimal Rp 40.000. Sementara untuk motor berkapasitas besar atau di atas 150 cc dibatasi maksimal Rp 100.000 per unit.
Sedangkan untuk kendaraan roda empat dengan kapasitas mesin 1.000 cc hingga 1.500 cc, pembelian BBM dibatasi maksimal Rp 250.000 per unit. Pihak Pertashop juga menegaskan penolakan penjualan BBM menggunakan jerigen dengan alasan apa pun.
“Kami batasi supaya besok masih bisa jualan lagi. Yang penting semua bisa dapat, dan besok kita masih bisa operasi lagi,” tegasnya.
Untuk jenis BBM, Pertashop CV Kurnia Sari 2 menjual Pertamax dengan harga Rp 12.950 per liter dan Dexlite seharga Rp 15.000 per liter. Harga tersebut dipastikan tetap normal dan sesuai ketentuan, jauh di bawah harga eceran tidak resmi yang sempat beredar di masyarakat.
“Harga tetap normal. Kalau di luar ada yang jual sampai Rp 20 ribu, saya tidak tahu minyak itu mereka dapat dari mana. Kami hanya dapat keuntungan sekitar Rp 500 per liter dari Pertamina,” ungkapnya.
Samiran memperkirakan distribusi BBM di wilayah Malinau akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan. “Perkiraan normal kembali itu sampai hari Minggu,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim