Kepala Pengembangan Kompetensi BKPSDM KTT, Munawir menjelaskan, pemilihan Malinau sebagai lokasi kegiatan dilakukan setelah adanya kendala pelaksanaan di Tarakan. Awalnya, profiling ASN direncanakan digelar di UPT BKN Tarakan, namun pascagempa yang terjadi beberapa waktu lalu, kondisi gedung dinilai tidak lagi representatif untuk kegiatan berskala besar.
“Setelah ada rekomendasi, kami alihkan ke Malinau. Lokasinya lebih dekat, biayanya lebih murah, jangkauannya juga lebih cepat. Selain itu, sarana komputer di sini lebih memadai. Kalau di Tarakan sebelumnya hanya sekitar 50 unit, di Malinau bisa sampai 100 komputer per sesi,” Katanya Kepada Radae Tarakan, Rabu (10/12).
Munawir menyebutkan, jumlah peserta profiling mencapai 300 orang yang terdiri dari pejabat eselon II, III, dan IV, jabatan fungsional (JF) madya, muda, pertama, serta sebagian pelaksana dari golongan III C dan III D. Peserta berasal dari seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tana Tidung.
“Kita prioritaskan ASN yang masa kerjanya sudah lama, termasuk seluruh pejabat struktural. Sisanya baru dibagi ke ASN golongan III C dan III D dari semua OPD,” jelasnya.
Menurut Munawir, kegiatan Profiling ASN ini merupakan bagian penting dalam penerapan sistem merit dan manajemen talenta ASN, sebagaimana amanat peraturan perundang-undangan dan kebijakan percepatan pembangunan manajemen talenta nasional.
“Profiling ini bertujuan untuk menilai kompetensi dan potensi setiap ASN. Hasilnya nanti akan digabungkan dengan data kualifikasi, riwayat diklat, dan kinerja. Ini menjadi dasar dalam penguatan manajemen talenta dan sistem merit di Tana Tidung ke depan,” katanya.
Ia menambahkan, data hasil profiling juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengisian jabatan-jabatan yang kosong di OPD. “Kalau kompetensinya dinilai layak, potensinya bagus, dan kinerjanya baik, tentu bisa dipertimbangkan untuk menduduki jabatan tertentu,” ujarnya.
Pelaksanaan profiling dibagi menjadi tiga sesi, dengan kapasitas 100 peserta per sesi. Tingkat kehadiran peserta terbilang tinggi, mencapai lebih dari 90 persen. “Hanya beberapa yang tidak hadir di tiap sesi, jumlahnya sangat sedikit,” kata Munawir.
Dari sisi sarana dan prasarana, ia memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Komputer aman, jaringan juga relatif lancar. Walaupun sempat ada hujan dan petir, kegiatan tetap berjalan dengan baik,” tutupnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim