Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Perkuat Literasi Lingkungan, Pemkab Malinau Integrasikan Program TBM dengan Edukasi Perubahan Iklim

Dip Ratar • Selasa, 9 Desember 2025 | 16:55 WIB

LITERASI: Disperpusip Malinau saat melaksanakan lokakarya penyusunan integrasi program kerja TBM dengan INOVASI Kaltara.
LITERASI: Disperpusip Malinau saat melaksanakan lokakarya penyusunan integrasi program kerja TBM dengan INOVASI Kaltara.
MALINAU – Untuk memperkuat literasi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bekerja sama dengan INOVASI Kalimantan Utara menggelar Lokakarya Penyusunan Integrasi Program Kerja Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan Advokasi Pendidikan Perubahan Iklim. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 9–10 Desember 2025, di Aula Perpustakaan Daerah Malinau.

Lokakarya dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Malinau, Sergius. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan global yang dampaknya semakin dirasakan hingga ke daerah, sehingga dibutuhkan pendekatan edukasi yang dekat dengan masyarakat.

Menurut Sergius, TBM memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran warga. Selain menjadi tempat membaca, TBM dinilai mampu menjadi ruang edukasi kontekstual yang memperkuat pemahaman masyarakat tentang isu lingkungan dan perubahan iklim.

“TBM bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang edukasi yang menjangkau masyarakat secara langsung. Melalui integrasi program kerja TBM dengan edukasi perubahan iklim, kita berharap lahir generasi yang lebih peduli lingkungan dan siap menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, mitra pembangunan, komunitas literasi, pengelola TBM, hingga perwakilan desa. Peserta terlibat aktif dalam diskusi dan penyusunan rancangan program TBM yang mengaitkan literasi dengan isu-isu lingkungan sesuai kondisi lokal.

Melalui lokakarya ini, Pemkab Malinau berharap terbangun kolaborasi lintas sektor, tersusunnya model program TBM yang aplikatif dan berkelanjutan, serta meningkatnya kapasitas pengelola TBM dalam menghadirkan kegiatan literasi yang kreatif dan berdampak bagi masyarakat.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Malinau optimistis ekosistem literasi daerah semakin kuat dan mampu berkontribusi nyata dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim