MALINAU - Pemerintah Kabupaten Malinau kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor perikanan daerah dengan menyerahkan bantuan sarana usaha perikanan tangkap serta fasilitas pengolahan hasil perikanan kepada sejumlah Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan Poklahsar. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, Kamis (4/12)
Dalam wawancaranya kepada Radar Tarakan, Bupati menegaskan bahwa bantuan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan para nelayan dapat bekerja secara mandiri dan lebih sejahtera.
Ia mengatakan, pemerintah telah memetakan berbagai persoalan di sektor perikanan sehingga intervensi yang diberikan kini benar-benar menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
“Yang pertama pastilah kita ingin para petani perikanan ini benar-benar mandiri dan sejahtera. Untuk mencapai itu, kita harus memetakan persoalan. Selama ini kita sudah memetakan masalahnya, sehingga kita tetapkan melalui program-program strategis pemerintah daerah,” ujarnya.
Dalam program ini, pemerintah memberikan dukungan lengkap berupa perahu, mesin, serta berbagai peralatan tangkap seperti kajang, alat tugu, pukat, jaring, dan perlengkapan perawai lain sesuai kebutuhan nelayan.
Selain alat tangkap, Pemkab juga menyerahkan bantuan alat untuk pengelolaan hasil nelayan kepada Poklahsar.
Bupati menyebut desain perahu yang diberikan telah disesuaikan dengan pengalaman dan rekomendasi para nelayan, termasuk faktor keselamatan dan kestabilan di sungai maupun perairan terbuka.
Perahu dibuat agar tidak mudah oleng saat digunakan menjala, menghadapi gelombang, atau beraktivitas saat hujan dan angin.
“Kita harus menghitung keselamatan mereka. Pada saat menjala, perahu itu tidak oleng. Saat angin atau curah hujan tinggi, perahu tetap stabil. Semua ini kita lihat dari pengalaman mereka menggunakan perahu tradisional,” jelasnya.
Tak hanya bantuan perahu dan alat tangkap, Pemkab Malinau juga mendorong hilirisasi melalui pembinaan kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar).
Dengan demikian, hasil tangkapan tidak hanya dijual mentah, tetapi bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk produk dengan kemasan.
Bupati Wempi berharap bantuan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan nelayan Malinau.
Namun ia menegaskan bahwa pemerintah berupaya agar bantuan tidak diberikan kepada orang yang sama secara berulang, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.
“Kelompok ini kita mau bukan hanya diberi bantuan, tapi bagaimana mereka benar-benar berdaya, sejahtera, dan mandiri,” tutupnya.
Editor : Azwar Halim